Gempa Bumi Lombok

2 Wisman Tewas saat Gempa Lombok 5,8 SR Kemarin, Pemerintah Koordinasi dengan Kedutaan Malaysia

Pemerintah sudah berkoordinasi dengan Basarnas, otoritas setempat dan Kedutaan yang bersangkutan pascagempa Lombok kemarin

2 Wisman Tewas saat Gempa Lombok 5,8 SR Kemarin, Pemerintah Koordinasi dengan Kedutaan Malaysia
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Abdurrahman Mohammad Fachir saat ditemui Tribun Bali di Ayodya Resprt, Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (18/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Gempa bumi kembali terjadi di Lombok, Minggu (17/3/2019) sore.

Berdasarkan informasi BMKG gempa terjadi 2 kali, gempa pertama berkekuatan 5,8 SR terjadi pada pukul 14:07:25 WIB di kedalaman 10 kilometer Sumbawa Region.

Baca: Ny. Seniasih Giri Prasta Melantik Ketua TP. PKK Kecamatan Petang

Baca: Video Driver Transport dan Online Viral, Otoritas Bandara Ngurah Rai Angkat Bicara

Sedangkan gempa kedua berkekuatan 5,2 SR terjadi pada pukul 14:09:19 WIB di kedalaman 11 Kilometer.

Sementara, 2 WNA asal Malaysia dilaporkan menjadi korban tanah longsor di Kawasan air terjun Tiu Kelep, Kabupaten Lombok Utara, Minggu (18/3/2019).

Baca: Hujan Lebat, Sejumlah Jalur Kota Bangli Dikepung Banjir Hampir Setinggi Lutut

Baca: Tiga Pria Single Berbadan Tegap Asal Afghanistan Selingkuhi Istri Orang Lalu Kepergok di Mobil

Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Abdurrahman Mohammad Fachir menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Basarnas, otoritas setempat dan Kedutaan Malaysia.

"Kami sudah berkoordinasi semua dengan Basarnas, dengan otoritas setempat dengan kedutaan yang bersangkutan," ujarnya saat ditemui Tribun Bali di Ayodya Resprt, Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (18/3/2019).

Baca: Pemkot Denpasar Akan Belajar Rawat Situs Budaya ke Korea, Begini Tanggapan Anggota Dewan Denpasar 

Baca: Terkini 79 Jiwa Meninggal Dunia dan 43 Hilang Pascabanjir Bandang Sentani Papua

Ia juga menambahkan, pihaknya terus melakukan komunikasi dan koordinasi yang kuat dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan pascagempa di Lombok, Minggu (17/3/2019).

"Kami tahu ada beberapa warga asing yang terjebak saat sedang berkunjung ke sana. Jadi kami melakukan komunikasi dan koordinasi yang sangat kuat dengan pihak-pihak terkait," ungkapnya.(*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved