Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Yudi Bantah Banjir karena Sampah, Diduga Justru karena Sempitnya Volume Drainase

Musibah banjir yang melanda area perkotaan Bangli pada Senin (18/3/2019) lalu, disebut-sebut karena volume drainase yang tergolong sempit

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Banjir - Pengendara motor menuntun kendaraannya melewati genangan air saat banjir melanda kota Bangli, Senin (18/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Musibah banjir yang melanda area perkotaan Bangli pada Senin (18/3/2019) lalu, disebut-sebut karena volume drainase yang tergolong sempit sehingga tidak mampu menampung air hujan.

Namun di lain sisi, penyebab banjir juga diduga karena sampah yang menyumbat di dalam drainase.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangli, Ida Ayu Gede Yudi Sutha saat ditemui Kamis (21/3/2019), menampik bahwa penyebab banjir lantaran sampah.

Pasalnya ketika banjir Senin lalu, dia beserta sejumlah tenaga kebersihan telah melakukan pengecekan ke lokasi banjir, namun hanya ditemukan sedikit sampah.

Baca: Pesan Coach Teco untuk Ahmad Agung: Kerja Keras Setiap Pertandingan!

Baca: Putus Dari Billy Syahputra, Hilda Vitria Akhirnya Angkat Bicara Soal Pelet Tempe

“Saat banjir saya sudah turun langsung ke lapangan utamanya di sebelah Bank BNI, hanya sedikit sampah yang ditemukan. Jangankan truk, volume sampah saat itu tidak lebih dari satu L300. Ini berbeda dengan kejadian sebelum-sebelumnya yang mana volume sampah relatif lebih besar. Pun demikian saat di Rumah Jabatan Bupati, tidak ada sampah di sana, melainkan air karena jebolnya tembok di sebelah utara, rumah jabatan kepala dinas,” ucapnya.

Menyambung pernyataannya tersebut, Dayu Yudi mengaku tidak mengerti di mana titik sampah yang menyumbat drainase.

Menurutnya, yang menjadi persoalan adalah kondisi drainase, di mana terdapat perbedaan volume antara drainase di bagian utara jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai, dengan volume drainase di bagian selatannya yakni depan SPBU Kota Bangli hingga patung adipura.

"Semestinya Dinas PU dikonfirmasi. Karena yang namanya drainase kewenangannya berada di sana. Mestinya PU juga mengecek kembali di mana sumber tersumbatnya,” ucap Dayu Yudi.       

Baca: Usung Sarad Ageng Melancaran ke Pura Gunung Sekar, Desa Pakraman Dangin Yeh Gelar Ngusaba Bukakak

Baca: Soal Banjir di Wilayah Kota Bangli, Begini Komentar DLH Bangli

Seorang warga di kawasan Kecamatan Kawan, Bangli yang enggan disebutkan namanya menilai, kecil kemungkinan pemicunya disebabkan oleh sampah.

Pasalnya hujan deras di wilayah Bangli sudah terjadi sejak tiga hari terakhir.

"Bisa jadi karena sampah, tapi kemungkinannya kecil. Karena tiap hujan ada petugas yang membersihkan. Jikapun ada sisa, sampah itu pasti hanyut karena hujan sudah terjadi selama tiga hari. Sedangkan jika dalam satu kali hujan menyebabkan banjir yang diduga karena sampah, tidak mungkin kan di hari itu masyarakat membuang sampah sangat banyak ke selokan," katanya.

Menurut dia, persoalan banjir di kawasan perkotaan lebih disebabkan oleh volume drainase yang tidak kuat menampung besarnya debit air.

Baca: Jumlah Pedagang Pasar Satria Overload, Warga Usulkan Revitalisasi Sejak 2018

Baca: Bali United Kini Miliki 8 Penyerang Sayap, Fahmi Al Ayyubi Diminta Bermain Seperti Sosok Ini

Sebab derasnya hujan kala itu diketahui sampai berdampak pada kerusakan sejumlah dinding di kawasan kota.

"Contohnya di SMPN 2, dinding di sana jebol karena diterjang banjir. Demikian juga dengan dinding di kawasan rumah dinas yang dampaknya menyebabkan banjir di rumah jabatan bupati. Jadi lebih disebabkan oleh bersarnya debit air akibat hujan yang mana tidak bisa seluruhnya tertampung pada drainase yang ada. Apalagi ada jalur drainase yang timpang, karena belum ada perbaikan seperti di depan SPBU itu," ucapnya. 

Dinas PUPRKim Akui Belum Normalisasi Drainase

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved