Timbunan Sampah Matikan Pohon Bakau, Hotel & Restauran Penyumbang Terbesar
Aroma busuk tercium saat melintas di depan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jungut Batu di Pulau Lembongan, Klungkung
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Aroma busuk tercium saat melintas di depan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jungut Batu di Pulau Lembongan, Klungkung.
Lalat beterbangan mengerumuni sampah hingga warga yang melintas.
Tumbuhan bakau di lokasi itu pun mati tercemar sampah.
"TPA di Jungut Batu ini lokasinya memang di kawasan hutan bakau. Jika air pasang, sampah-sampah ini sampai tergenang air," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, Anak Agung Kirana, Selasa (26/2/2019).
Rata-rata Dinas Lingkungan Hidup mengirim lima truk sampah setiap harinya ke TPA yang memiliki luas 1,7 hektare itu.
Belum lagi sampah yang secara mandiri dibawa masyarakat.
Baca: Segerombolan Anjing Liar Resahkan Dusun Sente, Mangsa Babi hingga Sapi Milik Warga
Baca: Viral Rumah dengan Lebar 1,3 Meter di Bagian Depan, Tak Disangka Begini di Dalamnya
Sampah-sampah yang dominan dibuang ke TPA tersebut merupakan sampah hotel dan restauran.
"Jadi kadang saat air laut pasang, truk atau sepeda motor tidak bisa masuk ke dalam TPA. Warga memilih membuang sampahnya begitu saja di pinggir dan kalau penuh bisa meluber ke jalan," ungkapnya.
Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan masyarakat yang membakar sampah di TPA.
Tumbuhan bakau banyak yang mati akibat dicemari berbagai sampah rumah tangga.
"Pohon bakau di sekitar TPA itu mati. Kemungkinan karena sampah plastik yang menggenang di lokasi," kata dia.
Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan berencana mengalihkan alat berat dari Nusa Penida ke TPA Jungut Batu di Pulau Lembongan.
Baca: Ratusan CPNS Badung Belum Dapat SK, BKPSDM: Tunggu NIP Turun
Baca: Belum Semua Korban Lapor ke BPBD, Data Kerugian yang Masuk Baru Rp 235 Juta
Nantinya sampah-sampah akan didorong ke dalam TPA.
Sembari mengembangkan metode pengolahan sampah di Pulau Lembongan dan Ceningan yang pariwisatanya semakin berkembang.
"Target kami tidak ada lagi TPA dan semua sampah habis diolah di setiap desa. Sementara, di Pulau Lembongan telah ada pihak yang mengelola sampah anorganik dengan cara dipress. Hanya saja pengiriman hasil pengolahan sampah plastik itu ke Bali daratan, biayanya cukup tinggi," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kondisi-tpa-jungutbatu-di-pulau-lembongan-belum-lama-ini.jpg)