Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Begini Saran Ahli Kandungan dr Mintareja Teguh Atasi Stunting Pada Anak

stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus

Penulis: Rizki Laelani | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN BALI/RIZKI LAELANI
Ahli kandungan, DR. dr. Mintareja Teguh, SpOG (K) memberi pemaparan di acara talkshow Cordilife Pregnancy Journey di Apotek PIP, Denpasar, Sabtu (30/3/2019). 

Begini Saran Ahli Kandungan dr Mintareja Teguh Atasi Stunting Pada Anak

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebagian masyarakat mungkin kurang akrab dengan istilah stunting.

Akibat stunting, anak di bawah usia lima tahun pertumbuhannya terhambat.

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama.

Umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi.

Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Menurut UNICEF, stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak keluaran WHO.

Selain pertumbuhan terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk.

Stunting dan kondisi lain terkait kurang gizi, juga dianggap sebagai salah satu faktor risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan kematian akibat infeksi.

Ahli kandungan, DR. dr. Mintareja Teguh, SpOG (K) mengatakan, dalam menghadapi anak dalam kasus stunting harus dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

"Misal, dari makanan cepat saji. Kita cek enzim si anak baik atau tidak. Jika bermasalah, makan akan berpengaruh pada metabolisme yang lain," sebutnya di sela acara talkshow Cordilife Pregnancy Journey di Apotek PIP, Denpasar, Sabtu (30/3/2019).

Asupan gizi untuk anak agar mencegah stunting, harus dilakukan sejak si ibu dinyatakan positif hamil.

Dari sana, semua asupan makanan harus diperhatikan betul.

"Konsumsi makanan si ibu saat mulai diketahui hamil harus diperhatikan. Karena akan berpengaruh pada janin."

"Misal, si ibu saat masa kehamilan sukanya daging saja, tanpa mau konsumsi sayur atau buah. Makan akan terjadi kekurangan asa folat. Dan itu sangat tidak baik baik si janin, begitupun saat melahirkan nanti," sebutnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved