Begini Saran Ahli Kandungan dr Mintareja Teguh Atasi Stunting Pada Anak

stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus

Penulis: Rizki Laelani | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN BALI/RIZKI LAELANI
Ahli kandungan, DR. dr. Mintareja Teguh, SpOG (K) memberi pemaparan di acara talkshow Cordilife Pregnancy Journey di Apotek PIP, Denpasar, Sabtu (30/3/2019). 

"Misal, si ibu saat masa kehamilan sukanya daging saja, tanpa mau konsumsi sayur atau buah. Makan akan terjadi kekurangan asa folat. Dan itu sangat tidak baik baik si janin, begitupun saat melahirkan nanti," sebutnya.

Peran asam folat sangat penting dalam perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi.

Mengonsumsi asam folat selama kehamilan dapat mengurangi risiko gangguan kehamilan hingga 72 persen.

Asam folat membantu mencegah cacat tabung saraf, penyakit bawaan lahir karena gagalnya perkembangan organ bayi.

Dikutip dari kompas.com, penyebab Stunting Situs Adoption Nutrition menyebutkan, stunting berkembang dalam jangka panjang karena kombinasi dari beberapa atau semua faktor-faktor berikut:

1. Kurang gizi kronis dalam waktu lama

2. Retardasi pertumbuhan intrauterine

3. Tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori

4. Perubahan hormon yang dipicu oleh stres

5. Sering menderita infeksi di awal kehidupan seorang anak. Perkembangan stunting adalah proses yang lambat, kumulatif dan tidak berarti bahwa asupan makanan saat ini tidak memadai. Kegagalan pertumbuhan mungkin telah terjadi di masa lalu seorang.

Gejala Stunting
1. Anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya

2. Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya

3. Berat badan rendah untuk anak seusianya

4. Pertumbuhan tulang tertunda

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved