Untuk Pertama Kalinya, Jumlah Lansia di Dunia Lebih Tinggi daripada Balita, Apa Dampaknya?

Menurut Perserikatan Bangsa-bangsa untuk pertama kalinya dalam sejarah,jumlah orang tua berusia 65 tahun ke atas di dunia lebih banyak daripada balita

Istimewa
Ilustrasi Lansia 

Angka 2,1 adalah angka ajaib untuk populasi, karena menurut ahli demografi, itulah tingkat kesuburan yang dibutuhkan oleh satu populasi untuk bisa mengganti dirinya sendiri.

Namun menurut data PBB hanya 113 negara-negara di dunia yang punya tingkat prokreasi mencapai angka tesebut.

Para peneliti juga menunjukkan bahwa negara-negara dengan tingkat kematian anak tinggi, dan usia harapan hidup yang rendah membutuhkan tingkat kesuburan 2,3. Angka ini bisa dicapai oleh 99 negara.

Karena kelahiran yang menyusut, populasi di banyak negara juga menyusut, sekalipun keseluruhan populasi global meningkat. Pada tahun 2024, jumlah penduduk dunia diperkirakan mencapai delapan miliar.

Salah satu kasus ekstrim adalah Rusia di mana tingkat kesuburan adalah 1,75 per perempuan dan ini diperkirakan akan menyumbang pada penurunan jumlah populasi Rusia dalam beberapa dekade ke depan.

Divisi Kependudukan PBB menghitung bahwa populasi Rusia akan turun dari jumlahnya sekarang yaitu 143 juta jiwa, menjadi 132 juta pada tahun 2050.

Tingkat kelahiran di Rusia terus menurun membuat penurunan populasi sejumlah lima juta jiwa sejak 1990-an.

Baca: Bos Perusahaan Sawit Pengemplang Pajak Rp 450 Miliar di Sumatera Ditangkap, Polisi Kuntit 2 Hari

Baca: Pihak Desa Gelar Pecaruan Setelah Kejadian Pria Diduga ODGJ Naik ke Pura Bale Agung Kapal

Dampak ekonomi
Penuaan dan menurunnya populasi berarti berkurangnya jumlah tenaga kerja, yang pada gilirannya mengarah pada penurunan produktivitas ekonomi dan menekan pertumbuhan.

Bulan November lalu, International Monetary Fund (IMF) memperingatkan Jepang bahwa ekonomi mereka bisa menyusut 25 persen dalam 40 tahun ke depan karena penuaan populasi.

"Dampak demografi ada pada setiap aspek hidup kita. Ini semua didorong oleh demografi," kata George Leeson, Direktur Oxford Institute of Population Ageing kepada BBC.

Apakah teknologi bisa memitigasi dampak ekonomi dari populasi yang menua?

Kebijakan dan politik
Ada kesepakatan bahwa pemerintah perlu bertindak untuk mengatasi masalah bom waktu penuaan. Pemerintah di banyak negara memang sedang mencoba.

Cina meninjau ulang kebijakan satu anak mereka pada tahun 2015. Di tahun 2018 mereka memberi tanda-tanda akan mencabut larangan melahirkan.

Melonggarkan kelahiran bukanlah obat mujarab: pada tahun 2018 Cina mencatat angka kelahiran terkecil selama 60 tahun terakhir.

Para akademisi di Cina mengaitkan hal ini dengan menurunnya populasi perempuan usia subur, serta pada keluarga yang enggan punya anak lantaran alasan keuangan — khususnya pada keluarga-keluarga yang dibentuk oleh perempuan berpendidikan yang segan menjalani peran tradisional perempuan.

Lebih tua dan lebih kuat

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved