Untuk Pertama Kalinya, Jumlah Lansia di Dunia Lebih Tinggi daripada Balita, Apa Dampaknya?

Menurut Perserikatan Bangsa-bangsa untuk pertama kalinya dalam sejarah,jumlah orang tua berusia 65 tahun ke atas di dunia lebih banyak daripada balita

Istimewa
Ilustrasi Lansia 

Para ahli kependudukan mengingatkan bahwa kebijakan untuk mempromosikan kesehatan orang tua memainkan peran penting dalam memitigasi dampak penuaan populasi.

Menurut pendapat ini, semakin sehat seseorang, semakin mampu mereka bekerja lebih lama, yang bisa membawa pada penurunan biaya perawatan kesehatan.

Baca: Gunawan Dwi Cahyo Dilanggar Sutanto Tan, Paulo Sergio Cetak Gol dari Titik Putih Kontra Putra Tresna

Satu area yang luput adalah semakin beragamnya tenaga kerja, terutama secara gender. Data dari International Labour Organization (ILO) memperlihatkan bahwa tingkat partisipasi perempuan di pasar kerja global adalah 48,5 persen di tahun 2018.

Tingkat ini 25 persen lebih rendah daripada partisipasi laki-laki di pasar kerja.

Partisipasi perempuan di pasar kerja terus meningkat

"Lebih banyak perempuan bekerja tak hanya membuat ekonomi menjadi lebih kuat menghadapi guncangan. Banyaknya perempuan di pasar kerja juga merupakan perangkat anti kemiskinan," kata Ekkehard Ernst, ahli ekonomi ILO.

Bisa jadi. Namun yang pasti, jarum jam terus bergerak maju.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dunia punya lebih banyak "kakek-nenek" dibandingkan cucu-cucu, apa dampaknya?

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved