Menuju Perayaan Waisak, Vihara Buddha Sakyamuni Ajak Umat Sebulan Pendalaman Dhamma
Tidak terasa perayaan Hari Trisuci Waisak kurang lebih sekitar satu bulan lagi dan akan jatuh pada 19 Mei 2019 mendatang
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Irma Budiarti
Kemudian untuk empat pembicara lainnya adalah dari praktisi atau umat awam.
“Kami mengundang pembicara sesuai kepakaran masing-masing, kompetensi masing-masing dalam menguraikan topik yang ada. Mulai dari ulasan Dhamma hingga topik keseharian yang aktual. Jadi ini kesempatan selama sebulan menyimak santapan batin yang beragam,” jelasnya.
Baca: BREAKINGNEWS! Kodok Bekap Lalu Cekik Made Serli Hingga Tak Bernyawa karena Tuduh Korban Selingkuh
Baca: Badung Kerahkan Satpol PP & Linmas Amankan Pemilu 2019, Rekrut Relawan Tambal Kekurangan Petugas
Acara SPD ini terbuka untuk umum bagi siapapun yang tertarik dengan tema yang dibahas.
Peringatan ulang tahun VBSM akan diawali Selasa (16/4/2019) mendatang dengan pembersihan rupang Buddha dan sarana puja oleh pengurus vihara dan umat.
Selanjutnya Rabu (17/4/2019) dan Kamis (18/4/2019) dilaksanakan pembacaan paritta pemberkahan atau upacara puja mangala.
Seperti penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, keseluruhan rangkaian SPD akan berakhir sebelum peringatan Hari Trisuci Waisak yang jatuh pada 19 Mei 2019 mendatang.
“Jadi ada tiga kegiatan utama yang akan dilaksanakan secara berturut-turut, yakni Mahajata, SPD ke-21, dan peringatan Hari Trisuci Waisak. Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan segenap umat. Hal ini dimaksudkan sebagai wujud syukur karena keberadaan Vihara Buddha Sakyamuni kian dirasakan manfaatnya oleh umat, terutama dalam menguatkan keyakinan akan Buddha Dhamma,” jelas Yuni Cien, Panitia Mahajata.
Di samping peringatan HUT Vihara dan SPD, selama sebulan menjelang Perayaan Trisuci Waisak di VBSM juga diisi dengan berbagai kegiatan.
Kegiatan itu antara lain Seminar Public Speaking bersama PMy. Dr. Toni Yoyo pada Sabtu (27/4/2019), dan seminar remaja dengan pembicara Upa. Yogi Gunawaro pada Minggu (5/5/2019).
Selain itu juga dilaksanakan tradisi pindapata atau berdana makan kepada bhikkhu sepanjang Jalan Gunung Agung menuju VBSM pada hari Rabu (1/5/2019), dan upacara pelimpahan jasa untuk para leluhur atau pattidana pada Minggu (12/5/2019).
Puncaknya, peringatan Hari Trisuci Waisak 2563 BE yang tahun ini mengambil tema “Mencintai Kehidupan Berbudaya Penjaga Persatuan” pada Minggu (19/5/2019).
“Selain memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Sang Buddha, yakni lahirnya pangeran Siddharta Gautama. Pangeran Siddharta mencapai penerangan sempurna sebagai Buddha, dan Sang Buddha parinibbana, peringatan hari Trisuci Waisak juga akan diisi dengan wisuda upasaka dan upasika dan abhayadana atau memberi rasa aman dengan melepas burung,” demikian tambah Yuvan, Koordinator panitia peringatan Trisuci Waisak. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/beberapa-pengurus-vihara-buddha-sakyamuni-berfoto-bersama-jumat-1242019.jpg)