Evakuasi Roro Pangestu, Wanita Korban Tergencet Truk di Tabanan Berlangsung Dramatis Hingga 25 Menit

Seorang perempuan merintih kesakitan saat dibawa keluar oleh petugas ambulans di depan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) BRSU Tabanan,

Evakuasi Roro Pangestu, Wanita Korban Tergencet Truk di Tabanan Berlangsung Dramatis Hingga 25 Menit
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
MERINTIH - korban kecelakaan saat dibawa menuju ruang IGD BRSU Tabanan, Selasa (16/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Seorang perempuan merintih kesakitan saat dibawa keluar oleh petugas ambulans di depan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) BRSU Tabanan, Selasa (16/4), pukul 19.00 Wita.

Kaki kanannya tampak terbalut perban pernuh noda kucuran darah.

Tiba di ruang IGD, ia langsung dilarikan menuju ruang bedah untuk mendapatkan penanganan.

Bagian betis kanan korban mengalami luka parah.

Robek sepanjang 30 sentimeter dan patah tulang akibat kecelakaan.

Perempuan itu bernama Diajeng Roro Pangestu (20). Ia bersama kerabatnya, Sumaliyah (46) kecelakaan di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk sebelah timur jembatan Bonian-Lalanglinggah, Banjar Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Selasa (16/4) pukul 15.30 Wita.

Baca: Jalur Tengkorak Denpasar-Gilimanuk Tabanan Kembali Makan Korban, Ketut Sudarma Tewas Disenggol Truk

Keduanya berasal dari Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana.

Kapolsek Selemadeg, AKP Made Budi Astawa menjelaskan, korban terlibat kecelakaan dengan sebuah kendaraan truk.

Sebelum kecelakaan terjadi, pengendara sepeda motor melaju dari arah timur menuju barat (Gilimanuk) dengan kecepatan sedang.

Setibanya di jalan lurus sebelum tikungan landai ke kiri, pengendara justru tak bisa menguasai kendaraannya, oleng dan terjatuh di badan jalan hingga terseret ke jalur seberang atau melewati marka jalan.

Saat bersamaan datang sebuah truk yang berjalan landai karena jarak yang sangat dekat sehingga bagian kaki Diajeng sempat tergencet oleh roda depan kiri truk.

"Awalnya mereka mau pulang ke Gilimanuk, karena jalan licin sehabis hujan mereka justru oleng dan jatuh dan sempat terseret hingga pengendara sempat tergencet," ungkapnya.

Baca: Kronologi Laka Maut di Tabanan, Made Bayu Tabrak Truk & Tewas di Tempat Kejadian

AKP Budi Astawa menuturkan, proses evakuasi sempat memakan waktu sekitar 25 menitan.

Evakuasi dilakukan polisi bersama warga dengan cara truk di maju mundur sedikit demi sedikit.

Korban lalu ditarik sehingga berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke Puskesmas Selamadeg.

"Namun karena kondisinya parah langsung dirujuk ke BRSU Tabanan," ungkapnya.

Dokter MOD RSUD Tabanan, Gede Harry Kurnia Prawedana mengungkapkan, korban sudah ditangani setelah dirujuk dari Puskesmas Selemadeg.

Ia menjelaskan, akibat kejadian tersebut, kesadaran korban menurun karena banyak kehilangan darah.

Berdasarkan pemeriksaan awal korban mengalami patah tulang pada betis dan mengalami luka terbuka pada betis kanan yang panjangnya hingga 30 sentimeter. 

"Saat ini masih penanganan, termasuk masih dilakukan evaluasi apakah ada cidera pada kepala atau tidak," ucapnya.

Lalu bagaimana dengan kondisi korban kaki korban, apakah akan diamputasi? Harry belum berani memastikannya namun ada kemungkinan.

Sebab jika melihat dari kondisi korban yang patah tulang, kemudian juga jika otot-otot yang luka.

"Jaringan pembuluh darah juga masih bekerja semua. Kemungkinan ada tapi masih belum berani pastikan," tandasnya. (*) 

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved