Sejak Kapan Sebenarnya Makanan Siap Saji Berubah Jadi Junk Food?
Fast food sudah ada jauh sebelum makanan nirnutrisi. Lalu, kapan sebenarnya makanan siap saji sering disamakan dengan junk food?
Pada abad pertengahan, fast food makin berkembang di Eropa.
Orang mulai terbiasa untuk tidak menyiapkan makanan mereka sendiri.
Kehidupan kota-kota seperti Paris atau London yang sibuk, membuat makanan siap saji tumbuh subur.
Apalagi, wisata ziarah ke situs suci makin berkembang pada masa tersebut.
Turis yang datang silih berganti membuat kebutuhan makanan yang bisa segera disantap makin meningkat.
Meski begitu, pada masa tersebut term mengenai makanan nirnutrisi belum banyak terdengar.
Junk food sendiri mulai dikenal pada abad ke-19, ketika restoran siap saji mulai banyak bermunculan.
Era Junk Food Andrew F Smith, seorang sejarawan makanan, mencatat bahwa era perubahan dari fast food menjadi junk food dimulai pada 1820-an.
Baca: 7 Makanan dan Bahan Alami Ini Bisa Bantu Kurangi Peradangan yang Mengganggu
Baca: Mengonsumsi Terlalu Banyak Makanan Manis Ternyata Penyebab Timbulnya Jerawat, lho!
Tahun-tahun itu, perkembangan teknologi dan inovasi membuat tepung putih (atau dikenal sebagai tepung gandum) murah bagi masyarakat.
Bahan inilah yang membuat fondasi roti burger, kue, dan camilan lain menjadi rendah serat tapi tinggi karbohidrat.
Dengan kandungan nutrisi tidak seimbang inilah yang menandai kelahiran junk food.
Hal ini diperburuk dengan Perang Sipil America pada 1860-an. Selama perang, para prajurit terbiasa makan dari kaleng dan toples jatah diproduksi secara massal.
Ketika kembali ke rumah setelah perang, mereka mendambakan makanan yang bisa menggugah selera.
Masalahnya, industrialisasi membuat pertanian makin jauh dari kehidupan masyarakat Amerika.
Salah satu jalan keluarnya adalah mendapatkan makanan cepat saji.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/junk-food_20160323_164539.jpg)