Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Parasite: Pergulatan Menerobos Batas Imajiner

Film Parasite belakangan ini terus menjadi bahan perbincangan, tidak hanya di kalangan pegiat sinema senior, anak-anak mudapun tidak mau ketinggalan

Tayang:
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Irma Budiarti
Youtube/Madman
Parasite: Pergulatan Menerobos Batas Imajiner 

Begitu kata Bong yang dinobatkan sebagai Sutradara Terbaik dalam International Cinephile Society Cannes Award 2019.    

Wilayah Abu-abu

Parasite mengisahkan satu keluarga miskin yang tinggal di sebuah semi-basement nan sempit dan kumuh.

Namun garis nasibnya berubah ketika suatu saat Kim Ki-woo (Choi Woo-shik) anak laki-laki tertua Kim Ki-taek (Song Kang-ho), mendapat tawaran dari temannya untuk bekerja mengajar Bahasa Inggris putri Tuan Park, keluarga kaya raya.

Meski tidak menyandang gelar sarjana, dengan sedikit tipuan dokumen, atas dorongan temannya, Ki-woo memberanikan diri menerima tawaran itu.

“Ini bukan kriminalitas, aku hanya mencetak ijazah ini lebih awal. Suatu saat aku akan studi di sana.”

Begitu Ki-woo menanggapi ijazah palsu yang dibuatkan adiknya, seolah ia ingin berkata, aku boleh miskin, tapi dilarang keras untuk bodoh.

Baca: Nyawa Jro Mahayoni Berakhir di Tangan Suami, Jro Mangku Sumerta Tikam Perut Istri Diduga Sakit Hati

Baca: Arta Cuti Kerja Demi Pendidikan Anaknya, PPDB Jalur Zonasi dan Suka Duka Orangtua

Dari sanalah kebohongan demi kebohongan yang disusun begitu rapi dan cerdas dibangun satu per satu.

Tipuan demi tipuan akhirnya mengantarkan seluruh anggota keluarga Ki-woo bisa bekerja di rumah Tuan Park.

Kepada Tuan Park, mereka tidak mengenalkan diri sebagai satu keluarga, melainkan hanya hubungan lingkaran pertemanan.

Niatan awal sederhana, setidaknya mendapat pekerjaan dan bisa memperbaiki atau setidaknya hidup. Berhenti menjadi pelipat kotak pizza yang dibayar tak seberapa. 

Mungkin kita akan berpikirkan, barangkali ini yang dimaksudkan oleh sang sutradara dengan Parasite, dari niat baik, namun karena tergoda harta, akhirnya terus menempel hingga pada akhirnya akan menguasai seluruh harta.

Barangkali itu ending cerita yang ada dalam benak penonton.

Dalam setiap adegan yang dibangun, seolah Bong Joon-ho ingin mengantar penonton untuk bersama-sama menahan cemas dan saling tebak menebak kapan dan bagaimana akhirnya tipuan keluarga miskin itu akan terbongkar.

Bagaimana nasib mereka jika akhirnya ketahuan melukai kepercayaan keluarga yang meski berlimpah harta, namun berhati mulia itu.

Baca: Wali Kota Tambah Kuota Jalur Zona Kawasan, Tak Lagi Sistem Cepat-Cepatan, Tapi Pakai NEM

Baca: Coret Siswa Bertato dan Bertindik, PPDB SMKN 1 Denpasar Wajibkan Peserta Tak Buta Warna

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved