Tips Sehat untuk Anda

Pemeriksaan Kelainan Kromosom dengan Metode NIPT, Perlu atau Tidak? Begini Penjelasan Dr Manggala

Beberapa keterbaruan di bidang obstetri terutama fetomaternal (atau ibu dan janinnnya) adalah teknik pemeriksaan Non Invasive Prenatal Test (NIPT)

Pemeriksaan Kelainan Kromosom dengan Metode NIPT, Perlu atau Tidak? Begini Penjelasan Dr Manggala
GRID.ID
Ilustrasi hamil - Pemeriksaan Kelainan Kromosom dengan Metode NIPT, Perlu atau Tidak? Begini Penjelasan Dr Manggala 

Pemeriksaan Kelainan Kromosom dengan Metode NIPT, Perlu atau Tidak? Begini Penjelasan Dr Manggala

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dunia kedokteran semakin maju, baik secara peralatan maupun kemampuan pemeriksaannya.

Beberapa keterbaruan di bidang obstetri terutama fetomaternal (atau ibu dan janinnnya) adalah teknik pemeriksaan Non Invasive Prenatal Test (NIPT) untuk memeriksa kelainan kromosom, yang juga mulai dikenal oleh masyarakat terutama pasangan usia subur dan ibu hamil tentunya.

Tentunya pemahaman yang baik dan lengkap terhadap pemeriksaan ini sangat diperlukan untuk mengetahui keperluan dan memutuskan melakukan pemeriksaan ini.

Pada beberapa dekade ini, memang perhatian terhadap berbagai penyakit yang disebabkan masalah genetik semakin meningkat, sehingga usaha untuk mencari teknik pemeriksaan yang aman dan efektif pada janin di dalam kandungan terus berkembang.

Janin sendiri menjadi pusat perhatian karena sudah dianggap sebagai pasien atau individu tersendiri yang terus tumbuh dan berkembang di dalam kandungan.

Sehingga usaha mengetahui permasalahan janin sejak dalam kandungan terus dikembangkan untuk mendapatkan luaran terbaik pada saat persalinan nanti.

Tahun 1997, Dennis Lo menemukan bahwa fragmen sel di plasenta (ari-ari) yang menempel di rahim ibu dapat ditemukan dan ditangkap di dalam darah ibu tersebut.

Seperti kita ketahui bahwa plasenta merupakan produk kehamilan sehingga materi genetik atau DNA yang ada di dalam sel tersebut dapat mempresentasikan DNA janin, sehingga ini yang dikenal dengan cell free fetal DNA.

Halaman
1234
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved