Permintaan Naik Hingga 30 Persen Jelang Idul Adha 2019, Harga Sapi Hidup Tembus Rp 45 Ribu/Kilogram
Permintaan sapi Bali meningkat hingga 30 persen dibandingkan hari-hari biasanya, menjelang Hari Raya Idul Adha 2019
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Irma Budiarti
“Jadi sapi Bangli, Buleleng, Jembrana dan yang lainnya dibawa ke sini oleh pengepul. Di sini sapi akan dijual dan dibeli sesuai berat sapi,” bebernya.
Tingginya permintaan sapi Bali, kata Made Sukantra, memengaruhi lonjakan harga jual dari Rp 38 ribu per kilogram menjadi Rp 45 ribu per kilogram.
“Rp 45 ribu itu merupakan harga sapi hidup, baik yang jantan maupun betina. Tapi khusus sapi betina dipotong yang sudah tidak produktif lagi, sehingga bisa dijual,” tegasnya sembari mengatakan yang jelas sapi itu juga sehat.
Guna melayani tingginya permintaan hewan kurban, pasar hewan yang terletak Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Badung ini kini buka empat hari dalam seminggu.
• Film Lab Internasional Pertama & Terbesar Asia Digarap di 5 Desa di Bali, Catat Jadwal Tayangnya!
• Menunggu Nama-nama Pengurus DPP PDIP, Masinton: Kita Belum Lihat Isi Dompet dan Catatan Ibu Mega
Perubahan jam operasional tersebut guna memaksimalkan potensi yang dimiliki Pasar Beringkit.
“Kalau dulu buka setiap Rabu dan Minggu, sekarang kami tingkatkan menjadi Selasa, Rabu, Sabtu dan Minggu,” ucapnya.
Selain mengubah jam operasional, Perumda Pasar juga menyesuaikan jam operasional pasar tradisional pada umumnya, yakni mulai pukul 04.00 Wita hingga 16.00 Wita.
“Dengan adanya itu (penambahan hari –red) batas waktu pasaran tidak lagi 24 jam seperti dulu, kami melakukan pengaturan dari jam 04.00 sampai 16.00 sore, jadi malam tidak boleh lagi,” jelasnya.
Kendati telah ditetapkan empat hari kerja, namun tidak menutup kemungkinan menambah durasi operasional pada hari-hari tertentu.
“Memang kami buka hanya empat hari, tapi jika ada permintaan buka di luar jadwal yang ditetapkan, akan kami layani. Misalnya, untuk hari-hari tertentu seperti hari Idul Adha ini,” pungkasnya.
(*)