Kronologi Perkelahian Maut 2 Kelompok Pemuda di Badung, Tebasan Parang Pelaku Tewaskan Kadek Roy

Berawal dari cekcok mulut di sebuah café di Desa Angantaka, Abiansemal, Badung, dua kelompok pemuda terlibat perkelahian maut, Minggu (25/8) dini hari

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi berkelahi. Seorang pencuri sesari kabur saat diajak ke Bale banjar. Pencuri tersebut tiba-tiba mencekik leher warga yang mengajaknya ke bale banjar dan berusaha merebut sabit yang dibawanya. 

Sesampainya di jalan Kerasan, Desa Sedang, sepeda motor yang dikendarai Agus Gede dan Kadek Roy ditendang hingga keduanya jatuh.

Saat itu pula Putu BWS yang masih duduk di bangku sekolah itu membabi buta dan langsung membacok kedua korban dengan sebilah parang hingga mengakhiri nyawa Kadek Roy dan membuat Agus Gede mengalami kritis.

"Sesuai hasil pemeriksaan I Kadek Roy Adinata yang meninggal mengalami sejumlah luka tebas. Temannya Agus Gede Nurhana Putra mengalami luka tebas di kepala bagian belakang kiri hingga korban kritis dan dirawat di RSUD Mangusada," ungkap Kompol Mertayasa.

Adapun jenazah Kadek Roy sudah dibawa ke RSUP Sanglah, Denpasar.

Polisi akan melakukan autopsi untuk kepentingan penyelidikan. 

Pelaku Sudah Diamankan

Kapolsek Abiansemal, Kompol Ida Bagus Putu Mertayasa, mengatakan kedua pelaku yang masih di bawah umur itu sudah diamankan.

Hanya saja pihaknya kini masih melakukan penyelidikan.

"Kami masih lakukan penyelidikan lebih lanjut, terkait motif pengeroyokan ini," ungkapnya, sembari mengatakan sudah ada empat saksi yang diperiksa.

Dari hasil pemeriksaan, ada teman korban yang melapor sempat dihajar hingga mengalami luka lecet di bagian muka, tangan kanan, dan tangan kiri. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved