Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Menteri Basuki Hadimuljono Sebut Proyek Shortcut Singaraja-Denpasar Hemat Rp 213 M, Ini Sebabnya

Proyek besar untuk memperpendek jarak tempuh Buleleng-Denpasar ini dimulai sejak November 2018, dan ditargetkan selesai tahun 2021.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ady Sucipto
ANTARA/Fikri Yusuf
SHORTCUT - Foto udara pembangunan shortcut Mengwitani-Singaraja di kawasan Pegayaman, Buleleng, Minggu (1/9/2019). Progres pembangunan proyek ini sudah mencapai 74 persen.   

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Mochamad Basuki Hadimuljono, meninjau pembangunan shortcut titik 5-6 atau jalan baru batas Kota Singaraja-Mengwitani di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Minggu (1/9) siang.

Dalam peninjauan itu diketahui, terdapat penghematan anggaran proyek hingga Rp 213 miliar atau 40 persen.

Pemerintah akan membangun shortcut Singaraja-Denpasar yang terdiri dari titik 1-10.

Proyek besar untuk memperpendek jarak tempuh Buleleng-Denpasar ini dimulai sejak November 2018, dan ditargetkan selesai tahun 2021.

Menteri Basuki menyebutkan, awalnya anggaran yang dibutuhkan untuk membangun shortcut titik 1-10 mencapai Rp 550 miliar.

Namun setelah dilakukan pengkajian (value engineering), terdapat penghematan anggaran sebesar 40 persen, atau menjadi Rp 337 miliar. Hemat Rp 213 miliar.

Menurut Basuki, hal ini terjadi lantaran metodologi kerja, waktu, dan pelaksanaannya sudah dievaluasi sehingga lebih cepat dan lebih murah.

"Konsultan yang mengusulkan dulu itu juga, ternyata cut and fillmya tidak dihitung. Jadi tanah galian itu dibuang. Padahal bisa dimanfaatkan untuk mengisi daerah-daerah yang cekung. Nah oleh value engineering itu dihitung harganya, sehingga hasilnya bisa menghemat 40 persen," jelasnya.

Saat ini Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII tengah menyelesaikan pembangunan shortcut di empat lokasi yakni shortcut 3, 4, 5, dan 6.

Total panjang jalan pintas yang digarap sekitar empat kilometer.

Shortcut 5-6 sepanjang 1,9 kilometer, terdiri dari pembangunan jembatan sepanjang 210 meter dan jalan 1.740 meter.

Nilai proyek sekitar Rp140 miliar dengan kontraktor PT Adhi Karya dan PT Cipta Strada (KSO).

Sementara shortcut titik 3 sepanjang 476 meter senilai proyek Rp 12,1 miliar dengan kontraktor lokal PT Aditia.

Dan shortcut titik 4 dengan jalan yang digarap sepanjang 1,096 kilometer.

Nilai proyek sekitar Rp116 miliar dengan kontraktor PT Nindya Karya. Shortcut 3-4 berada di wilayah Baturiti, Tabanan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved