Sukses Gianyar Kurangi Antrean di Kantor Disdukcapil, Mulai dari Ide Mahasiswa hingga Proses Ini
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gianyar, akhirnya menerapkan tracking dokumen, Selasa (10/9/2019).
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Rizki Laelani
Sukses Gianyar Kurangi Antrean di Kantor Disdukcapil, Mulai dari Ide Mahasiswa hingga Proses Ini
Ide mahasiswa ditanggapi serius oleh kepala dinas. Hasilnya, proses layanan di Disdukcapil terasa berubah signifikan. Begini cerita kadis dan sekdis di Kabupaten Gianyar.
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gianyar, akhirnya menerapkan tracking dokumen, Selasa (10/9/2019).
Sistem berbasis internet ini, memudahkan masyarakat memantau jalannya dokumen yang diurus.
Dengan sistem ini, masyarakat dapat memantau melalui handphone.
Selain itu, sistem berbasis online ini, dapat mempermudah Disdukcapil Gianyar, merespon keluhan masyarakat.
Namun, yang terpenting, hal ini dapat mengurangi jumlah antrean.
Kepala Disdukcapil Gianyar, Putu Gede Bayangkara, Selasa (10/9/2019) mengatakan, sistem berbasis online ini telah dirancang sejak Mei 2019 lalu.
Pihaknya pun bersyukur, sistem ini bisa direalisasikan saat ini.
Menurut dia, ada berbagai hal positif dari sistem ini.
Mulai dari pengurangan jumlah antrean hingga memanjakan waktu masyarakat dalam memantau dokumen yang diurus.
• Menteri Luhut dan Susi Berpamitan, Jokowi: Sudah Final Semua Tinggal Kami Umumkan
• Dukun Santet Bertarif Rp 40 Juta Diburu Polisi, Dibayar Aulia Kesuma untuk Bunuh Pupung dan Dana
• Video Viral, Diduga Para Korban Innova Sebelum Kecelakaan Membuat Skenario Kecelakaan
• Penyesalan Dul Jaelani atas Kecelakaan Renggut 7 Nyawa, Tolong Maafkan Saya, Maafkan Saya
Kata dia, secara umum rata-rata masyarakat datang ke Disdukcapil Gianyar sebanyak 300 orang per hari.
Masyarakat yang datang, tidak hanya melakukan perekaman atau pengambilan e-KTP yang sudah tercetak.
Namun, sebagian besar masyarakat melakukan konsultasi, pengaduan maupun mencari tahu sudah sampai tahap apa proses administrasi kependudukan yang mereka lakukan.
Melalui sistem ini, kepentingan-kepentingan yang hanya berkaitan dengan informasi, bisa dilakukan hanya melalui smartphone.
“Ide ini lahir saat adanya mahasiswa magang dari Fakultas Teknik Unud, kita saat itu menanyakan apakah bisa memaksimalkan fungsi pengaduan masyarakat agar cepat kita tanggapi. Mereka menawarkan aplikasi yang bisa memantau perjalanan dokumen atau pengurusan administrasi. Jadi, ketika masyarakat ingin tahu sejauh mana dokumennya telah diproses, mereka bisa menanyakan lewat medsos, baik itu facebook, instagram dan sebagainya, dan kita juga bisa langsung menjawab. Program ini kami sebut tracking dokumen,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/masyarakat-kantor-disdukcapil-gianyar-sepi.jpg)