Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Menteri BUMN Minta Tuntaskan Blank Spot di Nusa Penida, Perluasan Dikebut Oktober 2019

Menteri Somarno menargetkan jaringan internet juga bisa disambung di wilayah Nusa Penida

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Menteri BUMN Rini Soemarno menghadiri kegiatan internet masuk desa di Dusun Sidayu Tojan, Desa Sidayu, Banjarangkan, Klungkung, Bali, Selasa (10/9/2019). Menteri BUMN Minta Tuntaskan Blank Spot di Nusa Penida, Perluasan Dikebut Oktober 2019 

Menteri BUMN Minta Tuntaskan Blank Spot di Nusa Penida, Perluasan Dikebut Oktober 2019

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Menteri BUMN Rini Soemarno menghadiri kegiatan internet masuk desa di Dusun Sidayu Tojan, Desa Sidayu, Banjarangkan, Klungkung, Bali, Selasa (10/9/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Rini Soemarno menargetkan jaringan internet juga bisa disambung di wilayah Nusa Penida.

Rini Somarno menjelaskan, pemerintah pusat saat ini tengah gencar membangun infratruktur komunikasi di setiap desa melalui Ides Cafe.

Program ini dikembangkan ICON+ sebagai anak perusahaan PT PLN (Persero), yang mengemban misi memenuhi kebutuhan dan harapan pemangku kepentingan dalam penyediaan solusi-solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

"Tahun ini kami sudah menyambungkan 3.000 jaringan internet di desa. Target akhir tahun nanti, sampai 15.000 jaringan internet. Semoga tahun depan, seluruh desa di Indonesia sudah tersambung internet," ujar Rini Soemarno, Selasa (10/9/2019).

Bahkan, Rini Suemarno meminta ICON+ dapat memasang internet di desa-desa yang mengalami blank spot di Nusa Penida bulan Oktober 2019 nanti.

"Saya minta di bulan Oktober nanti, internet juga dipasang di beberapa lokasi blank spot di Nusa Penida," ungkapnya.

Sementara Dirut ICON+ Hikmat Dradjat, mengatakan pihaknya menargetkan pemasangan sambungan internet di seluruh desa di Bali tuntas tahun 2020 nanti.

Penyediaan jaringan internet di Bali dipasang bertahap, jaringan internet di 1.460 desa adat dan 600 desa dinas.

"Di Nusa Penida juga nanti akan diaktifkan jaringan internet di setiap desa, bekerjasama pula dengan teman di PLN," jelasnya.

Sekda Klungkung Gede Putu Winastra menjelaskan, penyediaan jaringan internet di Nusa Penida sangat dibutuhkan untuk menunjang industri pariwisata.

Terlebih ada beberapa desa yang kondisinya masih blank spot.

"Tidak jarang pengunjung ke Nusa Penida juga mengeluhkan masalah sinyal internet. Mereka tidak bisa searching segala sesuatu tentang destinasi wisata yang akan mereka tuju, misal mana Pantai Atuh, mana Crystal Bay," ungkapnya.

Berdasarkan data Diskominfo Klungkung, dari jumlah 16 desa di Nusa Penida, ada 4 desa yang masih mengalami blank spot.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved