Habis Menggigit Bisa Mati, Anjing 2,5 Bulan Terinfeksi Rabies di Gianyar

Biasanya tingkah lakunya berubah dari biasanya, apa yang ada di sekitarnya digigit. Kemudian dia inkoordinasi, kemudian habis menggigit bisa mati

Habis Menggigit Bisa Mati, Anjing 2,5 Bulan Terinfeksi Rabies di Gianyar
pixabay.com
Ilustrasi anjing rabies. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Masyarakat Desa Keramas, Blahbatuh saat ini diresahkan oleh keberadaan anjing rabies.

Hal itu terjadi setelah seekor anjing berusia 2,5 bulan yang menggigit majikannya, Ni Wayan Latri (61) di Banjar Lebah, dinyatakan positif rabies.

Menyikapi kepanikan warga, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Gianyar, akan melakukan penyisiran anjing di Desa Keramas.

Penyisiran ini dalam bentuk pemberian vaksin dan melakukan elimisasi pada anjing terinveksi rabies.

Kabid Kesehatan Hewan, Distanak Gianyar, Ngakan Putu Riadi, Rabu (11/9/2019) mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan seorang warga, berusia 61 tahun digigit anjing peliharaannya.

PDIP Buka Pendafataran Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar hingga 16 September 2019

BJ Habibie Wafat, Demer Nyatakan Golkar Bali Kehilangan Sosok Panutan

Ketika tim medis mengambil sampel, diketahui anjing tersebut terjangkit rabies.

Berdasarkan hal tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak desa setempat.

Selanjutnya, dalam waktu dekat ini akan dilakukan penyisiran terhadap anjing yang berkontraksi dengan anjing yang terjangkit rabies ini.

Selain itu akan pihaknya juga akan melakukan vaksinasi pada anjing yang belum divaksin di Desa Keramas.

“Gigitan anjing rabies terjadi di Banjar Lebah, Keramas. Dari keterangan pemiliknya, anjing ini memang belum divaksin, karena waktu vaksin massal di sana, anjing ini belum lahir. Sekarang usia anjing tersebut 2,5 bulan,” ujar Ngakan Riadi.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved