Hampir 50 Persen Perceraian di Karangasem Berawal dari Medsos

Awalnya curhat di media sosial, lalu kenalan, dan menjalin hubungan lewat media sosial secara efektif.

Hampir 50 Persen Perceraian di Karangasem Berawal dari Medsos
Tribun Bali/Prima
Ilustrasi perceraian 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Hampir 50 persen kasus perceraian di Karangasem dipicu dari media sosial (Medsos).

Seperti Facebook (FB), Whatsapp (WA), dan Instagram.

Kasus tersebut paling banyak ditemukan di daerah perkotaan, di antaranya di Kecamatan Karangasem, Kubu, Abang, Manggis, dan Kecamatan Bebandem.

Gusti Bagus Usada, Devisi Hukum KPPA Bali mengatakan, menurut data dari Komisi Perlindungan Perempuan & Anak (KPPA) Bali per september 2019, kasus perceraian di Karangasem yang ditangani KPPA Bali dan teregister sebanyak 98 kasus. Sedangkan di 2018 kasus perceraian 157 kasus.

"Pemicunya hampir 50 persen karena media sosial. Sedangkan sisanya karena kekerasan dalam berumah tangga, ekonomi, serta ada aktor ketiga. Latar belakang bercerai bervariasi masalahnya. Dan aneh,"jelas Gusti Bagus Usada, Kamis (12/9/2019).

BMKG Catat 3.600 Lebih Gempa Terjadi di Bali Dari Januari Hingga Agustus 2019

PDIP Buka Pendafataran Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar hingga 16 September 2019

Biasanya pengugat mengajukan cerai ke pengadilan karena ada orang ketiga.

Awalnya curhat di media sosial, lalu kenalan, dan menjalin hubungan lewat media sosial secara efektif.

Karena merasa cocok dengan orang baru, akhirnya mereka memilih berpisah dengan pasangannya.

Fenomena ini banyak dijumpai di sekitar daerah perkotaan.

Sedangkan kasus perceraian yang disebabkan oleh ekonomi dan kekerasan sebagian besar terjadi di daerah pedesaan.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved