Pola Tidur Tak Teratur Berisiko Terkena Serangan Jantung dan Stroke

Penelitian menunjukkan bahwa kuantitas tidur yang baik adalah selama 8 jam. Ada banyak penelitian yang berbicara tentang kurang tidur dan efek buruk

Pola Tidur Tak Teratur Berisiko Terkena Serangan Jantung dan Stroke
Banjarmasin Post
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Penelitian menunjukkan bahwa kuantitas tidur yang baik adalah selama 8 jam.

Ada banyak penelitian yang berbicara tentang kurang tidur dan efek buruknya.

Dalam studi dua tahun terakhir di seluruh dunia, National Sleep Foundation melihat bahwa remaja membutuhkan antara delapan hingga sepuluh jam untuk istirahat.

Sementara untuk orang dewasa ada pada ukuran tujuh hingga sembilan jam.

"Kurang tidur atau bahkan belum tidur mungkin akan membuat Anda merasa lelah dan mudah tersinggung keesokan harinya, tetapi ini tidak akan mengganggu kesehatan Anda," kata NHS (National Health Service).

"Namun jika ini terus berlanjut, kurang tidur dapat mempengaruhi kesehatan Anda secara keseluruhan," lanjutnya.

Ternyata Penuaan Kulit Terjadi Mulai Usia 20 Tahun

Lestarikan Bahasa Bali Secara Digital, BASABali Wiki Raih Penghargaan dari UNESCO

"Bahkan dapat membuat Anda rentan terhadap kondisi medis yang serius, seperti obesitas, penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan diabetes," tambahnya.

Melansir dari The Health Site pada Kamis (12/09/2019), studi ini menjelaskan jika istirahat 8 jam tidak akan berarti apabila tidak dilakukan secara teratur.

Para peneliti dari Duke University Medical Center telah menganalisis 2 ribu orang dewasa berusia antara 54 dan 93 tahun, yang tidak memiliki riwayat gangguan tidur.

Mereka akan diawasi menggunakan alat pelacak tidur untuk masa studi selama satu minggu dalam menjaga pola tidurnya.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved