Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Setiap 10 Cm Tinggi Tubuh Kurangi Risiko Diabetes Tipe 2 Sebanyak 41 Persen

Penelitian dari Jerman menemukan bahwa orang bertubuh lebih tinggi memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2.

Tayang:
Tribun Jabar
Ilustrasi 

Studi-studi tersebut juga menemukan hubungan antara perawakan lebih pendek dan peningkatan risiko kondisi kardiovaskular.

Hubungan semacam itu melibatkan faktor risiko terkait diabetes tipe 2, termasuk tekanan darah tinggi, peradangan, dan lemak darah.

Temuan semacam itu menunjukkan bahwa tinggi badan bisa digunakan untuk memprediksi risiko diabetes tipe 2.

Panjang kaki dan tinggi duduk

Untuk menguji hubungan antara tinggi badan dan diabetes tipe 2 juga dilihat dari komponen tinggi, yakni panjang kaki dan tinggi duduk.

Tim peneliti menemukan bahwa untuk pria, ada hubungan kuat antara panjang kaki yang lebih panjang dan risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2.

Namun pada wanita, tinggi duduk dan panjang kaki berkontribusi terhadap efek ini.

Peneliti melaporkan, pertumbuhan sebelum pubertas memiliki efek lebih signifikan pada risiko diabetes lebih rendah daripada pertumbuhan setelah pubertas pada pria.

Namun, bagi perempuan, tampaknya pertumbuhan sebelum dan sesudah pubertas berkontribusi pada risiko diabetes lebih rendah.

Revisi UU Perkawinan, DPR dan Pemerintah Sepakat Batas Usia Perempuan Menikah 19 Tahun

Hutan Jati 10 Are di Jembrana Terbakar, Sudah Tujuh Kebakaran Terjadi di Bulan September

Lemak hati dan kardiometabolik

Di antara analisis mereka, para peneliti menghitung sejauh mana lemak hati dan faktor risiko kardiometabolik lainnya dapat menjelaskan hubungan antara tinggi dan diabetes tipe 2.

Mereka menemukan bahwa ketika mengeluarkan efek potensial dari kandungan lemak hati, pengurangan risiko diabetes tipe 2 per 10 cm tinggi ekstra pada pria adalah 34 persen (dibandingkan dengan total 41 persen) dan 13 persen pada wanita (dibandingkan dengan 33).

Faktor risiko kardiometabolik tertentu juga berpengaruh.

Pada pria dan wanita, lemak darah dan hemoglobin terglikasi (ukuran gula darah) tampaknya memengaruhi hubungan antara tinggi dan diabetes tipe 2.

Namun pada wanita, ada dampak tambahan dari adiponektin dan protein C-reaktif.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved