Pertama Kali Diadakan di Denpasar, Peserta Pelatihan Komik Strip Capai 150 Orang
Bintang HK yang kini masih duduk di kelas V SD terlihat asyik menggoreskan pensil yang dipegangnya.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Menurutnya, selama ini pelatihan yang dilakukan oleh Disbud kebanyakan seni tradisi seperti magambel ataupun menari.
• Pasutri Dicegat di Jalanan, Sang Suami Tewas Ditikam Pelaku, Istri Histeris Lihat Suami di Selokan
• 10 Tanda bahwa Anda Terjebak dalam Hubungan yang Tak Bahagia
Bekerja sama dengan Gurat Institute dan Aliansi Peduli Bahasa Bali ini, pihaknya pun mencoba untuk mengangkat komik dalam bentuk workshop.
“Ini memang di luar perkiraan kami, karena baru dilaksanakan pertama kali namun pesertanya sudah banyak. Apalagi komik strip ini kan baru booming belakangan ini,” kata perempuan yang akrab disapa Wiwin ini.
Hal ini juga membuka wawasan para peserta, khususnya anak-anak bahwa seni memiliki ruang lingkup yang luas termasuk komik ini.
Bagi yang memang tertarik dengan komik, kemampuannya akan semakin terasah dengan hadirnya pembimbing yang sudah menekuni dunia komik.
Wiwin menilai banyak hasil karya yang dihasilkan dari pelatihan ini yang sangat mengejutkan.
Terutama peserta yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan PAUD yang mampu melakukan eksplorasi ide.
• Banyuwangi Gandeng Babinsa TNI AD Mengatasi Masalah Sampah Plastik
• Daftar Online Bikin Smart SIM, Apa Saja Kelebihannya?
“Bahkan anak-anak usia dini ini mengundang perhatian kami, karena mereka menggambar dengan bebas dan lepas tanpa beban,” imbuhnya.
Rencananya kegiatan ini juga akan diteruskan dan digelar untuk mengisi liburan sekolah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pelatihan-komik-strip.jpg)