Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pertama Kali Diadakan di Denpasar, Peserta Pelatihan Komik Strip Capai 150 Orang

Bintang HK yang kini masih duduk di kelas V SD terlihat asyik menggoreskan pensil yang dipegangnya.

Tribun Bali/Putu Supartika
Pelatihan komik strip di depan Pura Jagatnata Denpasar, Senin (23/9/2019) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Bintang HK yang kini masih duduk di kelas V SD terlihat asyik menggoreskan pensil yang dipegangnya.

Ia membuat komik yang bercerita tentang seorang pemancing yang di dekatnya ada pocong.

“Ini judulnya orang mancing di-prank pocong sama temennya sendiri,” kata Bintang sambil tersenyum.

Gambar yang dibuatnya berkisah tentang seorang pemancing yang ditakut-takuti oleh temannya sendiri yang mengenakan kostum pocong.

Walaupun ia masih anak-anak, namun imajinasinya bisa dibilang agak liar.

Bintang merupakan salah satu peserta pelatihan atau workshop komik strip yang digelar di depan Pura Jagatnata Denpasar, Senin (23/9/2019) sore.

Prof Sri Gede Darma Sebut Go-Jek Memberikan Kontribusi Tinggi terhadap Perekonomian Bali

Wagub Cok Ace Nilai Pasal 252 RKUHP Dapat Mengancam Pengobatan Alternatif di Bali

Sebanyak 150 peserta mulai dari anak-anak PAUD, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi berpartisipasi dalam acara yang digelar Dinas Kebudayaan Denpasar ini.

Pelatihan ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan di Denpasar oleh Dinas Kebudayaan.

Sebagai mentor dihadirkan pembuat komik strip, Desar Yuartha.

Dalam pelatihan diajarkan teknik dasar membuat komik strip.

Menurut Desar, gambar yang dibuat oleh para peserta ini banyak yang di luar dugaan dan saat menggambar seperti tanpa beban.

“Walaupun yang ikut kebanyakan anak-anak kecil, namun gambarnya bagus-bagus. Mereka menggambar seperti tanpa beban,” katanya.

Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Dwi Wahyuning Kristiansanti mengatakan, pelatihan membuat komik strip ini merupakan bentuk eksplorasi seni yang ada saat ini.

Menurutnya, selama ini pelatihan yang dilakukan oleh Disbud kebanyakan seni tradisi seperti magambel ataupun menari.

Pasutri Dicegat di Jalanan, Sang Suami Tewas Ditikam Pelaku, Istri Histeris Lihat Suami di Selokan

10 Tanda bahwa Anda Terjebak dalam Hubungan yang Tak Bahagia

Bekerja sama dengan Gurat Institute dan Aliansi Peduli Bahasa Bali ini, pihaknya pun mencoba untuk mengangkat komik dalam bentuk workshop.

“Ini memang di luar perkiraan kami, karena baru dilaksanakan pertama kali namun pesertanya sudah banyak. Apalagi komik strip ini kan baru booming belakangan ini,” kata perempuan yang akrab disapa Wiwin ini.

Hal ini juga membuka wawasan para peserta, khususnya anak-anak bahwa seni memiliki ruang lingkup yang luas termasuk komik ini.

Bagi yang memang tertarik dengan komik, kemampuannya akan semakin terasah dengan hadirnya pembimbing yang sudah menekuni dunia komik.

Wiwin menilai banyak hasil karya yang dihasilkan dari pelatihan ini yang sangat mengejutkan.

Terutama peserta yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan PAUD yang mampu melakukan eksplorasi ide.

Banyuwangi Gandeng Babinsa TNI AD Mengatasi Masalah Sampah Plastik

Daftar Online Bikin Smart SIM, Apa Saja Kelebihannya?

“Bahkan anak-anak usia dini ini mengundang perhatian kami, karena mereka menggambar dengan bebas dan lepas tanpa beban,” imbuhnya.

Rencananya kegiatan ini juga akan diteruskan dan digelar untuk mengisi liburan sekolah. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved