Berat Badan Para Atlet Turun Setelah Turnamen, Apakah Main Catur Dapat Turunkan Berat Badan?
Selama ini olahraga catur lebih identik dengan kekuatan pikiran dibandingkan dengan aktivitas fisik.
TRIBUN-BALI.COM - Selama ini olahraga catur lebih identik dengan kekuatan pikiran dibandingkan dengan aktivitas fisik.
Namun meskipun tidak banyak melakukan aktivitas fisik seperti olahraga lainnya, bermain catur ternyata berpengaruh pada berat badan, lho!
Bahkan grandmaster catur Analotoly Karpov mengalami penurunan berat badan hingga 9 kilogram selama lima bulan lebih berada dalam kejuaraan Catur Dunia 1984 di Moskow.
Lalu, Rustam Kasimdzhanov turun berat badan hingga delapan kilogram saat pertandingan catur di tahun 2004.
Pada tahun 2018, Antipov menyimpulkan bahwa ia telah membakar 560 kalori hanya dalam dua jam.
Salah satu televisi kabel olahraga pertama di dunia, ESPN, mencoba mencari tahu mengapa olahraga stasioner ini bisa membuat para atlet mengalami penurunan berat badan.
Padahal, orang-orang biasanya memerlukan waktu dua jam olahraga dengan treadmill untuk bisa membakar 500 kalori.
• PD Muhammadiyah Kota Denpasar Gelar MDC 4, SD dan SMP Muhammadiyah Denpasar Sabet Juara Umum
• HUT Ke-1 Badung Happy Movement, Dukung Pemkab. Badung Melalui Badung Ten Polusi
ESPN, mencari tahu hal ini lewat Robert Spolsky, peneliti dari Stanford University yang mempelajari tubuh manusia.
Menurut dia, beberapa pemain catur merespons permainan seperti atlet elite mana pun.
Maka tak heran jika mereka mampu membakar hingga 6.000 kalori sehari selama turnamen, karena tingkat pernapasan, tekanan darah, dan kontraksi otot tiga kali lipat lebih tinggi.
Itu berarti selama turnamen mereka bisa menurunkan berat badan satu kilogram setiap harinya.
Juara catur Amerika Serikat dan pegolf nomor dua dunia, Fabiano Caruana, mengaku mengalami penurunan berat badan dari 61 kilogram menjadi 54 kilogram selama turnamen intens.
Marcus Rachel, ahli saraf Washington University, dan Philip Cryer, seorang ahli metabolisme, menjelaskan hal tersebut disebabkan oleh stres yang hebat.
Stres hebat dapat meningkatkan denyut jantung, dan menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak oksigen.
Stres juga dapat menyebabkan atlet kehilangan nafsu makan dan tidur.
• Sebelum Dilantik, Perbekel di Jembrana Akan Dilatih Tata Pemerintahan
• Fight Lawan Bali United, Coach Gomes de Oliviera: Jangan Beri Poin Gratis!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/catur_20160122_180356.jpg)