Cerita Kepala BPBD Buleleng Tentang Perlunya Perahu Karet untuk Wilayahnya, Singgung Kapal Motor

"Ya kapal yang dulu itu memang bobotnya sangat berat, sekitar 2,5 ton. Jadi sulit untuk diamankan ketika ada gelombang tinggi. Hanya bisa digeser di w

Cerita Kepala BPBD Buleleng Tentang Perlunya Perahu Karet untuk Wilayahnya, Singgung Kapal Motor
ANTARA/ Budi Candra Setya
ILUSTRASI PERAHU KARET 

Cerita Kepala BPBD Buleleng Tentang Perlunya Perahu Karet untuk Wilayahnya, Singgung Kapal Motor

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Memiliki panjang pantai mencapai 144 Kilometer, bencana laut rawan terjadi di wilayah Buleleng.

Pada 2020 mendatang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mengusulkan ke pemerintah provinsi maupun BNPB, terkait pengadaan perahu karet (rubber boat).

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Ida Bagus Suadnyana, Rabu (2/10/2019) mengaku,
sebelumnya memiliki satu unit Kapal Motor (KM) Katamaran dilengkapi dua mesin, berkapasotas 150 PK.

Namun, pada awal Januari lalu, kapal senilai Rp 2,5 miliar itu hancur akibat dihantam gelombang tinggi.

Karena dinilai rusak permanen, kapal itu pun telah dihapus dari aset Pemkab Buleleng.

"Ya kapal yang dulu itu memang bobotnya sangat berat, sekitar 2,5 ton. Jadi sulit untuk diamankan ketika ada gelombang tinggi. Hanya bisa digeser di wilayah laut saja," jelasnya.

Perahu karet dipilih karena ukurannya yang lebih kecil, sehingga bisa dibawa kemana-mana dengan menggunakan truk.

"Setelah di lokasi kan bisa diisi angin. Jadi lebih mudah dibawa. Mesinnya juga lebih kecil. Risiko rusaknya lebih sedikit," jelasnya. (*)

Fakta Temuan Jasad Membusuk di Laut Pengambengan, Sempat Dikira Nelayan yang Hilang

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved