Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tak Hanya Aktivitas Manusia, Arus Laut juga Ancam Kelangsungan Terumbu Karang

Pertumbuhan terumbu karang di Nusa Penida menjadi perhatian serius dari pihak UPT KKP (Kawasan Konservasi Perairan) Nusa Penida.

KKP Nusa Penida
Aktivitas reabilitasi trumbu karang di perairan Nusa Penida, belum lama ini 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pertumbuhan terumbu karang di Nusa Penida menjadi perhatian serius dari pihak UPT KKP (Kawasan Konservasi Perairan) Nusa Penida.

Saat ini ekosistem terumbu karang di Nusa Penida tidak hanya rusak karena aktivitas manusia, tapi juga karena faktor alam.

Arus laut yang keras di beberapa perairan Nusa Penida, juga mengancam kelangsungan terumbu karang.

Kepala UPT KKP Nusa Penida I Nyoman Karyawan menjelaskan, dari hasil monitoringnya ada dua titik perairan di Nusa Penida yang terumbu karangnya mengalami kerusakan, yakni perairan Sental Desa Ped dan Manggrove Point di Jungutbatu, Lembongan.

Kualifikasi Piala Dunia 2022, Timnas Indonesia Senior VS Vietnam di Stadion Dipta Gianyar?

Gelaran Run For Bali, Serka Dewa Astawa Berhasil Selesaikan Finish Etape Kedua Kubu-Gerogak

Namun penyebab kerusakamnya pun mulai bergeser. Jika dahulu kerusakan terumbu karang lebih sering disebabkan oleh aktivitas manusia seperti ponton kapal dan aktivitas water sport, saat ini kerusakan yang terjadi lebih pada karena arus air yang kuat dalam beberapa bulan terkahir.

"Misal di Manggrove Point, sudah tidak ada lagi aktivitas boat atau water sport di tempat itu. Hanya saja terumbu karangnya mulai rusak akibat arus air laut yang kuat," ujar Nyoman Karyawan, Kamis (3/10/2019).

Sementara di perairan Sental, pihaknya tidak menampik kerusakan terumbu karang juga disebabkan okeh aktivitas manusia.

Hanya hal ini tidak signifikan, sama halnya di Manggrove Point, kerusakan lebih terjadi karena arus laut.

Menurutnya, hidup terumbu karang sangat tergantung dengan arus laut. Jika arus laut tenang, pertumbuhan terumbu karang akan cepat.

Timnas Indonesia VS China Akan Berlaga di Stadion Dipta Gianyar Bali, Ini Agendanya

Pepsi Angkat Kaki dari Indonesia, Produknya Tak Akan Ada Lagi, Bagimana Nasib KFC?

Namun jika sedikit saja arus laut lebih kuat, justru menghancurkan terumbu karang. Inilah yang terjadi di perairan Nusa Penida.

" Jika terumbu karang yang rusak secara alami karena arus laut, biasanya rehabilitasinya cepat. Jika arus laut tenang, tiga bulan saja pertumbuhan karang sudah kembali baik," ungkap Karyawan.

Upaya rehabilitasi pun berusaha dilakukan oleh pihak KKP dan CCT (Coral Triangle Center).

Rehabilitasi terumbu karang di Manggrove Point, juga akan dilakukan serangkaian Nusa Penida Festival 2019, Sabtu (5/10/2019) nanti.

Secara teknis, rehabilitasi akan menggunakan media sistem spider yang relatif kuat menahan arus laut.

"Rehabilitasi kami ini menggunakan media yang disebut spider. Sekeras apapun arus laut itu, nanti bibit terumbu karang akan tetap kuat tumbuh dan tidak hancur," jelasnya.

Atlet Rugby Buleleng, Gusti Putu Hendra Wahyudi Tewas Seusai Tabrak Pohon

Banjir Diskon di Hari Jadi Ke-21, Bank Mandiri Perpanjang Kerja Sama dengan Mall Level 21

Bibit untuk rehabilitasi terumbu karang itu, diambil langsung dari perairan Nusa Penida dan dikembangkan oleh pihak KKP dan CTC (Coral Triangle Center) Nuss Penida. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved