Sate Berbahan Jenis Daging Merah Bisa Berpotensi Jadi Zat Penyebab Kanker, Begini Mekanismenya

Menurut penelitian, salah satu yang memicu terjadinya kanker bersumber dari karsinogen atau racun penyebab kanker dalam tubuh.

Sate Berbahan Jenis Daging Merah Bisa Berpotensi Jadi Zat Penyebab Kanker, Begini Mekanismenya
(Dcubillas/Wikimedia Commons)
Ilustrasi 

Arang merupakan residu hitam berisi karbon tidak murni, terdiri dari 85-98 persen karbon dan sisanya adalah abu atau benda kimia lainnya.

Pada makanan sate; asam amino, gula, dan creatine dalam daging merah akan bereaksi pada suhu tinggi, yang membentuk heterocyclic amines (HCAs).

"Daging merah itu sendiri kalau dimasak dengan suhu terlalu panas akan berubah jadi karsinogen, lah sate kambing misalnya, membuatnya kan dibakar dengan arang yang ada karbonnya, jadi karsinogen malah tinggi lagi, meningkat jadinya," ucapnya.

Heterocyclic Amines (HCAs)

Pada pemberitaan sebelumnya, telah dijelaskan bahwa HCAs adalah jenis bahan kimia yang biasanya diproduksi atau dihasilkan selama proses memasak makanan.

"Contohnya masak daging merah, itu ada beberapa proses masak yang justru membuat zat HCAs ini dan itu berisiko memicu sel kanker berkembang," kata Aru.

Pembentukan HCAs dalam proses memasak daging merah yang berisiko itu seperti, memasak dengan temperatur atau suhu yang tinggi, atau memasak dengan pengasapan dan pembakaran arang.

"Misal ya sate atau daging sapi begitu, tapi ingat kalau satenya ayam atau bakarannya itu ikan enggak apa-apa. Nah yang bahaya itu daging merah kayak kambing atau sapi begitu, yang penting daging merah itu yang bahaya," tuturnya.

Imbauan

Namun, Aru juga mengingatkan bahwa yang harusnya dipersoalkan bukanlah perihal daging kambing ataupun jenis daging merah lainnya, tetapi cara dan bahan yang digunakan untuk memasak daging merah tersebut.

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved