Kasus Penyiraman Air Panas di Gianyar, Satpam Divonis 5 Tahun Penjara

Dia merupakan satu dua dari tersangka penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga di sebuah rumah di Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh

Kasus Penyiraman Air Panas di Gianyar, Satpam Divonis 5 Tahun Penjara
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kadek Erik Diantara seorang satpam yang terlibat KDRT. Dia divonis lima tahun penjara oleh PN Gianyar, Selasa (22/10/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Kadek Erik Diantara divonis lima tahun oleh Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Selasa (22/10/2019).

Dia merupakan satu dua dari tersangka penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga di sebuah rumah di Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Mei 2019 lalu.

Tersangka lain adalah pemilik rumah, Desak Putu Wiratningsih. Namun pelaku Desak Wiratningsih, masih belum memasuki babak vonis.

Pantauan Tribun Bali di PN Gianyar, Majelis Hakim, Dayu Sri Adnyanthi Astuti Widya dalam putusannya menyatakan, terdakwa Erik Diantara terbukti melakukan kekerasan fisik, dituntut hukuman penjara lima tahun.

Kartika Putri Lahiran Anak Pertama di Rumah, Aku Kontraksi di Karpet

Tahun 2020 HarmoniA Akan Rilis Album Ketiga, Rencanakan Tur ke Beberapa Tempat

Tuntunan tersebut relatif lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menginginkan pelaku dihukum selama enam tahun.

“Menyatakan terdakwa terbukti melakukan perbuatan kekerasan fisik, dipidana lima tahun,” ujarnya.

Erik tidak berpikir panjang atas vonis yang diterimanya. Pria yang bekerja sebagai satpam di rumah Desak Wiratningsih ini menyatakan menerima putusan tersebut.

“Saya menerima yang mulia,” ujarnya, lalu meninggalkan ruang pengadilan, dengan sorot mata tajam.

Kasus ini bermula saat korban Eka Febriyanti (21), yang merupakan pembantu rumah tangga, melaporkan kekerasan yang dilakukan majikannnya ke Polda Bali, Mei 2019 lalu.

Gitaris Ungkap Perolehan Royalti dari Youtube HarmoniA

Lomba Seni Instalasi Outdoor Hadiah Total Rp 30 Juta, Rekayasa Informasi Sabet Juara I

Dalam laporannya, Eka mengaku telah disiram menggunakan air panas. Tak hanya itu, selama tujuh bulan bekerja, ia tidak pernah diberikan gaji, yang seharusnya Rp 1 juta per bulan.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved