Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ini Syarat Bagi Pasien Sebelum Operasi Lasik, Rumah Sakit Mata Bali Mandara Punya 2 Metode

Prosesnya lasik tidak membutuhkan rawat inap, persiapannya hanya membutuhkan waktu 10 sampai 15 menit, dan prosedur lasernya sendiri hanya berlangsung

Penulis: M. Firdian Sani | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/M.Firdian Sani
Pasien sedang berkonsultasi di ruang lasik Rumah Sakit Bali Mandara, Denpasar, Bali, Rabu (30/10/2019). 

Made Surya Mahardika selaku perawat tim lasik Rumah Sakit Mata Bali Mandara mengatakan femto lasik itu salah satu prosedur lasik dimana pembuatan flapnya menggunakan laser tanpa alat bedah lain.

"Laser itu digunakan untuk membuat bukaan (flap), lasernya itu punya jutaan bintik cahaya yang langsung ditembakkan ke mata pasien setelah diberi obat tetes penghilang rasa sakit. Setelah flap ditembakan laser, maka flap dibuka perlahan lalu alat ini akan bekerja mengoreksi mata minus tadi dengan menggunakan excimer laser, setelah beberapa detik flap kembali ditutup," jelasnya.

Sedangkan smile lasik ini koreksi korneanya sama-sama menggunakan laser, hanya saja luka yang dibuat pada metode ini lebih sedikit jika dibanding dengan metode femto lasik.

"Pada metode smile lasik, laser bekerja membuat jaringan kornea tipis yang berbentuk seperti lensa (lenticule) dan membentuk sedikit luka di salah satu sisi lensa mata, dari luka itu lenticule dikeluarkan sehingga membuat penglihatan kembali normal," ujarnya.

Rusmasari mengatakan jika setelah operasi lasik dengan metode femto lasik membutuhkan waktu satu bulan untuk peyembuhan, sedangkan smile lasik hanya butuh waktu satu minggu.

"Setelah operasi membutuhkan proses penyembuhan yang berbeda-beda, kalau femto lasik cenderung lebih lama, bisa sampai saru bulan, kalau smile hanya 1 sampai dua minggu saja," kata dia.

Proses penyembuhan menjadi berbeda karena pada femto lasik luka lebih banyak dibandingkan dengan smile lasik, tetapi luka itu tidak terasa sama sekali karena dokter sebelumnya akan memberikan obat tetes yang berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit.

Setelah operasi, keesokan harinya pasien sudah bisa melihat normal kembali dan tidak perlu memakai kacamata lagi.

"Setalah operasi, keesokan harinya itu pasien sudah bisa lepas kacamata, jadi normal kembali,"

Untuk masa pemulihan, Rusmasari menyarankan untuk menghindari mata dari air dan sinar radiasi berlebih juga menjaga mata agar tidak lelah.

"Pada masa pemulihan, mata dihindari dari air karena luka sehabis operasi akan membuat mata terinfeksi. Selain itu, mata juga harus dihindari dari sinar-sinar radiasi yang terdapat di layar smartphone atau tv," ujarnya.

"Mata tidak boleh kelelahan, jadi harus dihindari dulu nonton atau main handphone lama-lama," paparnya.

Sampai September lalu, jumlah pasien yang telah melakukan lasik di Rumah Sakit Mata Bali Mandara sebanyak 249.

"Tahun 2018 ada 343, tahun 2019 sampai September ini 249," ujar Luh Nyoman kusniati, SKM selaku Kasubag Sistem Informasi Manajemen (SIM) Rumah Sakit Mata Bali Mandara. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved