Wujudkan SDM Unggul, BPSDM Kementrian Perindustrian Gelar Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Proker
Kerja sama antara balai diklat industri dengan mitra dan industrinya itu akan menentukan apa kebutuhan dari industri
Penulis: M. Firdian Sani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDM) Kementrian Perindustrian menyelenggarakan rapat koordinasi dan sosialisasi program kerja tahun 2020 yang diikuti lembaga instansi atau lembaga pusat daerah di Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, Bali, Jumat (1/11/2019).
Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kerja sama antar lembaga untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di Industri 4.0.
Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Eko S.A Cahyanto.
"Dengan semakin erat rantai kerja sama yang secara spesifik dibuat, itu akan menghasilkan output, dalam hal ini kegiatan diklat, adalah tenaga kerja yang siap pakai."
• Dua Kecelakaan di Denpasar, Satu di Antaranya WNA Dalam Pengaruh Alkohol
• Rata-Rata Belum Bayar Pajak Selama 2 Tahun, Enam Reklame Perusahaan Handphone Disegel
"Kerja sama antara balai diklat industri dengan mitra dan industrinya itu akan menentukan apa kebutuhan dari industri tersebut sehingga disesuaikan bentuk pelatihannya, akan disesuaikan tenaga kerjanya juga," ujarnya.
Kepala BPSDMI juga menyampaikan bahwa bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus didukung dengan pengembangan kualitas SDM industri yang unggul guna mencapai visi Indonesia maju.
BPSDMI Kementerian Perindustrian RI melalui 7 Balai Diklat Industri yang berada di Medan, Padang, Jakarta, Jogjakarta, Surabaya, Denpasar, Makasar dengan spesialisasi kompetensi yang berbeda-beda, bertekad untuk terus mencetak SDM Industri yang terlatih, kompeten dan siap kerja.
"Dari awal, mulai dari penyusunan kurikulum, sertifikasi, skema sertifikasi, sampai penempatan kerja tersebut adalah hasil dari kerja sama. Oleh karena itu hari ini di Denpasar kami ingin mendorong kerja sama antar para pemangku kepentingan ini lebih baik lagi," paparnya.
Disadari kerja sama antar lembaga ini sangat diperlukan untuk menciptakan sinergi dalam bekerja, sehingga tidak terjadi tumbang tindih kebijakan dan pekerjaan.
• Tabrak Truk Angkut Nanas, Putu Raka Tewas dengan Kondisi Kepala Pecah
• Pelaba Pura Termuat Dalam Kuna Dresta dan Awig-awig, Jero Temu Angkat Bicara Soal Sertifikasi Tanah
"Pelatihan ini bisa berhasil karena kerja sama yang erat antara balai diklat, dengan mitra-mitranya, kemudian balai diklat dengan pemerintah daerah, dan kerja sama yang dipayungi antar lembaga pusat maupun kementrian," katanya.
Ia menyadari bahwa Revolusi 4.0 memiliki konsekuensi, salah satunya adalah akan ada pekerjaan yang nantinya akan digantikan oleh mesin peralatan ataupun artificial intelligence.
"Kemudian akan ada pos-pos pekerjaan baru yang diperlukan dalam menentukan sumber daya manusia dengan kita mendorong mentransformasi industri untuk siap dan beroprasi di dalam skema industri 4.0 tentunya akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas kemampuan mereka serta meningkatkan daya saing mereka.
Efesiensi industri yang dimaksud tentunya dapat meningkatkan pasar, dapat meningkatkan akses baik itu produksi maupun pasar.
Oleh karena itu, ia menginginkan industri-industri ini terus bertransformasi ke industri 4.0 sehingga bisa meningkatkan daya saing, meningkatkan produktivitas, memperbesar kapasitas produksi dan memperluas pasar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-rapat-koordinasi-dan-sosialisasi-program-kerja-tahun-2020.jpg)