4 Tahun WN Belanda Ini Perdagangkan Kerangka Dilindungi, dari Buaya sampai Kobra

Selama itu beberapa kali dia mengirimkan kerangka satwa dilindungi untuk dikirim ke Belanda.

4 Tahun WN Belanda Ini Perdagangkan Kerangka Dilindungi, dari Buaya sampai Kobra
kids.nationalgeographic.com
Ilustrasi king cobra 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Eric Roer (56) dituntut tiga tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (4/11/2019). Warga Negera (WN) Belanda dinilai bersalah terkait dugaan memperdagangkan barang kerajinan dari kerangka satwa dilindungi selama 4 tahun sejak 2013 sampai 2017.

Selama itu beberapa kali dia mengirimkan kerangka satwa dilindungi untuk dikirim ke Belanda.

Kerangka yang dilindungi dan dikirim terdakwa ini di antaranya satu tengkorak kepala babirusa; 110 biji gelang akar bahar; 11 biji moncong hiu gergaji; 2 biji tengkorak buaya;74 kulit biawak; 206 kilogram terumbu karang; 10 biji tengkorak monyet; 12 biji kulit ular piton; 33 biji kulit ular kobra; dan 7 biji kulit ular kobra utuh. 

Sementara itu dalam persidangan kemarin, terhadap tuntutan jaksa, Eric melalui tim penasihat hukumnya akan mengajukan upaya pembelaan (pledoi) tertulis.

"Terdakwa menyerahkan ke penasihat hukum. Kami akan mengajukan pembelaan, Yang Mulia. Mohon waktu untuk menyiapkan pembelaan," ujar koordinator tim penasihat hukum terdakwa yaitu Putu Suta Sadnyana kepada hakim. Dengan diajukan pembelaan tertulis, sidang akan dilanjutkan pada 11 Nopember 2019.

Dalam surat tuntutan, Jaksa I Made Lovi Pusnawan menyatakan, terdakwa secara dan meyakinkan terbukti bersalah memperniagaan, menyimpam atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi. Atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut. Atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Eric Roer dengan pidana penjara selama tiga tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan sementara dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan. Pidana denda Rp 100 juta subsidair tiga bulan kurungan," tegas Jaksa I Made Lovi di hadapan majelis hakim pimpinan Heriyanti.

Sebagaimana dalam surat dakwaan dibeberkan awal mula terdakwa mengimpor kerajinan dari Bali ke Belanda. Pria yang tidak memiliki pekerjaan tetap, itu memulai usahanya pada akhir 2013 sampai awal 2014. Eric melakukan pengiriman barang dari Bali ke Belanda berupa barang kerajinan tangan dekorasi rumah dan patung kayu.

Termasuk di antaranya berasal dari satwa yang dilindungi. Perbuatan terdakwa memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati.

"Terdakwa Eric mengirim kepada Hans Timmers selaku pemilik perusahanan perusahaan Timmers Gems beralamat di Belanda. Perusahaan Hans bergerak di bidang jual beli macam-macam kerajinan," terang Jaksa Oka Ariani kala itu. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Huda Miftachul Huda
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved