ekonomi bali

Aman, Inflasi di Bali Masih Terjaga di Level 0,10 Persen

Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 0,10 persen (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar (-) 0,58 persen

Aman, Inflasi di Bali Masih Terjaga di Level 0,10 Persen
Humas Pemkab Badung
ilustrasi - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dikoordinir Kabag Perekonomian Setda Badung, AA Sagung Rosyawati sidak ke sejumlah pasar tradisional di Badung, Jumat (17/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada bulan Oktober 2019 terjadi sedikit tekanan harga di Provinsi Bali. Peningkatan tekanan harga terutama didorong meningkatnya permintaan.

Hal ini, sejalan dengan adanya beberapa perayaan keagamaan dan kebijakan pengurangan day old chicken (DOC) oleh Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) di awal September 2019, mendorong kenaikan harga daging ayam di Oktober 2019, khususnya di Denpasar.

Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali, Trisno Nugroho, Selasa (05/11/2019) menjelaskan, pada Oktober 2019, Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 0,10 persen (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar (-) 0,58 persen (mtm).

Pencapaian inflasi Bali Oktober ini, tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 0,02 persen (mtm).

Derby Asia Tenggara, Laga Malaysia Vs Indonesia Tiket Termurah Dijual Rp 23 Ribu

Soal Desa Siluman, Menteri Desa PDTT Sebut Pernyataan Sri Mulyani Tidak Benar

Sementara itu, secara tahunan, inflasi Bali tercatat sebesar 2,73 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan nasional sebesar 3,13 persen (yoy).

Dengan demikian, inflasi Bali pada Oktober 2019 masih berada pada rentang sasaran inflasi nasional di bawah 4 persen (yoy). Inflasi terjadi pada Kota Denpasar sebesar 0,15 persen (mtm), sedangkan Kota Singaraja deflasi sebesar (-) 0,14 persen (mtm).

Di Kota Denpasar, inflasi bersumber dari peningkatan harga pada kelompok bahan makanan sebesar 1,06 persen dan kelompok perumahan, listrik, air, dan gas sebesar 0,13 persen. Sedangkan kelompok lainnya mengalami deflasi.

Sementara deflasi di Singaraja bersumber dari penurunan harga yang cukup dalam pada kelompok bahan makanan, yaitu sebesar (-) 1,23 persen.

Ada 15 Desa Siluman, Tak Berpenghuni Tapi Rutin Dapat Anggaran

Risa Santoso, Rektor Termuda di Indonesia

Realisasi Inflasi yang terjadi di Bali pada Oktober 2019, menunjukkan perbedaan bila dibandingkan dengan realisasi inflasi pada Oktober di tahun-tahun sebelumnya, di mana dalam empat tahun terakhir Provinsi Bali selalu mencatat deflasi. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Kambali
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved