Breaking News:

Pembatas Jalan di Teuku Umar dan Hayam Wuruk Denpasar Akan Dipermanen

Pembatas jalan atau road barier di simpang Jalan Hayam Wuruk – Jalan Akasia dan Jalan Teuku Umar tepatnya di depan Level 21 akan dipermanenkan.

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Road barier di simpang Jalan Hayam Wuruk – Jalan Akasia 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pembatas jalan atau road barier di simpang Jalan Hayam WurukJalan Akasia dan Jalan Teuku Umar tepatnya di depan Level 21 akan dipermanenkan.

Hal ini akan segera dikerjakan minggu ini oleh Dinas Perhubungan Kota Denpasar.

Road barier yang masih menggunakan beton ini akan segera dipermanenkan setelah dilakukan uji coba untuk mengurangi kemacetan.

Waktu pengerjaan road barier ini dicanangkan memakan waktu 1,5 bulan.

Pengakuan Kristen Stewart Setelah Tiga Tahun Bersama, Robert Pattinson adalah Cinta Pertamanya

TRIBUN WIKI - 4 Tempat Rental Motor Termurah dan Terpercaya di Ubud

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Lalulintas Dishub Kota Denpasar, I Ketut Darsana pada Kamis (7/11/2019).

Pemasangan road barier di lokasi ini dikarenakan banyak pengendara yang berbelok arah sembarangan yang membuat terjadinya kemacetan.

“Kami sudah melakukan uji coba selama tiga tahun, sejak tahun 2016 dan setelah kami evaluasi sudah kami rasa efektif,” katanya.

Namun, dikarenakan jalan tersebut merupakan jalan provinsi sehingga pihaknya akan mengajukan permohonan terlebih dahulu.

BI Kian Gencarkan Transaksi Non Tunai dan Edukasi ke UMKM

Jangan Dilakukan, 15 Hal Ini Bikin Naik Pesawat Jadi Tidak Nyaman

Ia menambahkan, panjang road barier di simpang Jalan Hayam WurukJalan Akasia sepanjang 184 meter, sedangkan road barier di Jalan Teuku Umar sepanjang 240 meter.

Anggaran pembuatan road barier permanen ini menggunakan APBD perubahan Kota Denpasar dengan besaran Rp 185 juta untuk simpang Jalan Hayam WurukJalan Akasia.

Sedangkan untuk Jalan Teuku Umar dianggarkan sebesar Rp 195 juta.

Ia berharap, setelah dipermanenkan tak ada lagi pengendara yang berbelok sembarangan.

Nantinya, pihaknya juga akan melakukan pemantauan pada titik-titik yang dipandang perlu untuk dipasangi road barier.

Sehingga dengan pemasangan tersebut, wilayah yang rawan kemacetan bisa terurai sehingga arus lalulintas bisa lebih lancar. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved