Dukung Elektronifikasi, Bali Akan Dorong Implementasi Transaksi Non Tunai

Gubernur Bali Wayan Koster memberi perhatian serius terhadap upaya percepatan dan perluasan implementasi transaksi non tunai

Dukung Elektronifikasi, Bali Akan Dorong Implementasi Transaksi Non Tunai
Humas Pemprov Bali
Gubernur Koster membuka Rapat Koordinasi Nasional Implementasi dan Evaluasi Pembayaran Non Tunai Pemerintah Daerah Seluruh Indonesia di Hotel Prama, Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (7/11/2019). Dukung Elektronifikasi, Bali Akan Dorong Implementasi Transaksi Non Tunai 

Dukung Elektronifikasi, Bali Akan Dorong Implementasi Transaksi Non Tunai

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster memberi perhatian serius terhadap upaya percepatan dan perluasan implementasi transaksi non tunai guna mengoptimalisasi pengelolaan keuangan daerah.

Hal ini terungkap saat Gubernur Koster membuka Rapat Koordinasi Nasional Implementasi dan Evaluasi Pembayaran Non Tunai Pemerintah Daerah Seluruh Indonesia di Hotel Prama, Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (7/11/2019).

Menurut Gubernur Koster, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sejak 1 Januari 2018 secara bertahap telah melaksanakan implementasi transaksi non tunai dalam pengelolaan keuangan daerah.

Mengingat hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Instruksi Presiden RI Nomor 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2016 dan Tahun 2017.

“Implementasi transaksi non tunai tersebut menunjukkan bahwa Provinsi Bali dengan sungguh-sungguh mendukung elektronifikasi. Salah satunya guna mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang di antara tujuannya adalah mewujudkan sistem tata kelola pemerintahan daerah yang efektif, efisien, terbuka, transparan, akuntabel dan bersih. Serta meningkatkan pelayan publik terpadu yang cepat, pasti dan murah” tegas Gubernur Koster.

Bantu Pengerjaan Lahan Usaha Tani, Dandim 1611/Badung Kunjungi Subak Blahkiuh

Beri Penyuluhan Tentang HIV/AIDS, Kodim 1611/Badung Kunjungi Banjar Latusari

Ditambahkannya, penerapan teknologi termasuk dalam transaksi keuangan pada saat ini telah menjadi kebutuhan yang mendesak.

Menurutnya, transaksi non tunai sangat dibutuhkan di Bali karena salah satu potensi pendapatan yang ada di kabupaten/kota berasal dari pajak hotel dan restoran.

Ia mengamati gejala belakangan ini jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali cenderung meningkat, namun dari segi pendapatan justru menurun.

“Jadi pasti ada yang salah. Cuma di titik mana salahnya kami sedang mendalami. Salah satu faktor untuk mengoptimalisasi adalah dengan cara penerapan teknologi seperti ini agar transaksinya dijalankan secara non tunai,” kata Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved