Sejarah Kapal Pinisi Dalam Perayaan Maulid Nabi di Kampung Bugis Serangan
Kirab Rebana dan Kapal Pinisi, tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Serangan, Denpasar, Bali
Penulis: Noviana Windri | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Replika kapal pinisi yang kini tidak dapat digunakan lagi dalam perayaan Maulid Nabi di Kampung Bugis Serangan, Denpasar, Bali, Sabtu (9/11/2019). Sejarah Kapal Pinisi Dalam Perayaan Maulid Nabi di Kampung Bugis Serangan
"Nanti akan dibuatkan lagi yang baru, kapal pinisi dari kayu. Agar perayaan tetap ada simbol perahu. Sebagai warga Bugis belum lengkap rasanya kalau perayaan Maulid Nabi tidak ada kapal pinisi," tambahnya.
Syukur mempertegas bahwa pihaknya tidak akan meninggalkan kearifan lokal suku Bugis dalam merayakan hari keagamaan, salah satunya kapal pinisi.
"Kami tidak akan meninggalkan kearifan lokal dan kita tetap akan melakukan itu. Kita akan terus melestarikan peninggalan sejarah dan tradisi suku Bugis," tuturnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/replika-kapal-pinisi-yang-kini-tidak-dapat-digunakan-lagi.jpg)