Diusung Fahri Hamzah Hingga Dapat Dukungan dari Nasdem dan PKS, Ini 5 Fakta Partai Gelora
Selain diusung Fahri Hamzah, mayoritas penggagas partai ini adalah mantan pimpinan PKS, seperti Anis Matta, Mahfud Siddiq, Rofi Munawar,Achmad Rilyadi
"Kalau Gelora ini berprestasi sama saja seperti PSI, itu sudah sangat baik," kata Hendri Satrio.
Dia juga tidak yakin, Gelora akan menjadi ancaman bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Meskipun para pentolan Partai Gelora adalah mantan kader PKS.
"Apalagi PKS, kemarin di Pemilu 2019 lalu, suaranya naik. Saat itu kan para pentolan Partai Gelora ramai-ramai keluar dari PKS," kata Hendri Satrio.
• Pertama Kali Sejak Tahun 856 Masehi, Umat Hindu Gelar Upacara Abhiseka di Candi Prambanan
• Kegagalan Pernah Membuat Lady Athalia Tak Percaya Diri Ikut Ajang Pemilihan
4. Deddy Mizwar gabung Partai Gelora
Deddy Mizwar memutuskan keluar dari Partai Demokrat dan bergabung dengan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia.
Deddy mengungkapkan sejumlah alasan mengenai begabung dirinya dengan Partai Gelora, di antaranya ingin memberikan kontribusi dalam menghadapi perubahan.
Selain itu, Deddy juga sudah terlibat sejak awal merencanakan pendirian Partai Gelora bersama Fahri Hamzah dan Anis Matta.
"Jadi punya harapan besar kedepan. Karena mereka (Gelora) bisa melihat perubahan yang terjadi di masyarakat," katanya, Jumat (8/11/2019) saat dihubungi Tribunnews.com.
Ia juga mengaku telah menjalin komunikasi dengan para pendiri partai sejak berdirinya Ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) yang menjadi cikal bakal berdirinya Partai Gelora.
"Ya sama pak Anis, sama pak Fahri. Ya sebelum partai, saat masih Garbi kita sudah bicara. Mulai dari Garbi kita sudah bertemu," lanjut Deddy.
• Masyarakat Miskin Bisa Dapat Bantuan Hukum dari Pemprov, Kecuali yang Terlibat Narkoba dan Korupsi
• Nilai Gajinya Tak Cukup, 24 Perbekel di Tabanan Sampaikan Aspirasi ke Dewan
5. Susunan pengurus Partai Gelora
Tepat di Hari Pahlawan, susunan pengurus Partai Gelora terbentuk.
Nama seperti Anis Matta, Fahri Hamzah, dan Mahfudz Sidik bertengger di jajaran elite partai.
Kepengurusan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) dan Ketua Bidang Pengembangan Wilayah Partai Gelora terbentuk bertepatan dengan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2019.
Salah satu inisiator Partai Gelora Fahri Hamzah berharap, Januari 2020 seluruh dokumen dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengesahkan syarat administrasi partai.
"Kami berharap Januari seluruh dokumen dari Kementerian Hukum dan HAM yang menyatakan bahwa Partai Gelombang Rakyat Indonesia atau Gelora Indonesia ini sudah sah menjadi peserta pemilu," ucap Fahri di acara syukuran Partai Gelora Indonesia, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (10/11/2019).
Berikut susunan kepengurusan Partai Gelora Indonesia:
DPN (Dewan Pimpinan Nasional):
Ketum: M Anis Matta
Waketum: Fahri Hamzah
Sekjen: Mahfudz Sidik
Bendum: Ahmad Riyaldi
Ketua Bidang Pengembangan Wilayah:
1. Sumatera (M Syahfan)
2. Jabar, DKI, Banten (Ahmad Zairofi)
3. Jateng, DIY, Jatim (Ahmad Zainudin)
4. Kalimantan, Bali Nusra (Rofi Munawar)
5. Sulawesi Indonesia Timur (A Faradise)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 5 Fakta Partai Gelora, Partai Baru yang Diusung Fahri Hamzah, Awal Terbentuk hingga Susunan Pengurus