Kasus Penganiayaan Hewan di Bali

Karangan Bunga 'Justice For Si Putih', Pesan Dukungan untuk Polsek Blahbatuh Gianyar

Delapan karangan bunga berjajar rapi di depan Polsek Blahbatuh, berisi pesan dukungan untuk pihak kepolisian

Karangan Bunga 'Justice For Si Putih', Pesan Dukungan untuk Polsek Blahbatuh Gianyar
Tribun Bali/M Ulul Azmy
Bali Animal Defender bersama komunitas pecinta hewan lain, baik organisasi maupun pribadi, mengirim karangan bunga sebagai tanda dukungan kepada Polsek Blahbatuh, Gianyar, Bali, Sabtu (16/11/2019). Karangan Bunga 'Justice For Si Putih', Pesan Dukungan untuk Polsek Blahbatuh Gianyar 

Karangan Bunga 'Justice For Si Putih', Pesan Dukungan untuk Polsek Blahbatuh Gianyar

TRIBUN-BALI,COM, DENPASAR - Delapan karangan bunga berjajar rapi di depan Polsek Blahbatuh, Gianyar, Bali, Sabtu (16/11/2019).

Karangan bunga berisi pesan dukungan dari berbagai komunitas pecinta hewan ini ditujukan khususnya terhadap Kapolsek Blahbatuh, AKP Yoga Widyatmoko.

Komunitas pecinta hewan yang mengirim bunga ini, seperti Bali Dog Care Community, Angel of Paws Shelter Bali, Pondok Perlindungan Satwa dan perseorangan.

Isi pesan dukungan meliputi 'Justice For Putih', 'Stop Kekerasan Terhadap Hewan', 'Penyiksa Hewan Harus Dihukum', 'Tegakkan Keadilan Hukum' dan lain-lain.

Ketua Bali Animal Defender, Jovania Imanuel Calvary mengatakan, rangkaian bunga ini ditujukan sebagai wujud rasa terima kasih dan dukungan kepada pihak kepolisian karena telah mengusut kasus kekerasan hewan di Gianyar.

Dalam hal ini, kasus Si Putih, anjing betina berumur 3 bulan milik Ni Ketut Kesni asal Desa Keramas, Blahbatuh, yang dianiaya secara sadis oleh INM (65) di Pasar Medahan, Rabu (13/11/2019) kemarin.

Akibat penganiayaan sadis tersebut, Si Putih tewas mengenaskan dengan kondisi mata merah darah serta robek pada bagian perut hati.

Magang BCA Bagi Lulusan SMA/SMK di Medan hingga Denpasar, Link Pendaftaran di Sini

Si Putih Dianiaya Hingga Mati di Gianyar, Kapolsek Blahbatuh Tetap Lanjutkan Proses Hukum

Dari hasil forensik tim medis, anjing putih ini mengalami bengkak pada mata kiri, rahang dan taring kiri patah, hidung berdarah dan mengalami pendarahan di perut karena terjadi robek pada hati.

Pihak dokter menyimpulkan, kematian anjing tersebut disebabkan cedera berat di kepala dan benturan di tanah.

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved