Tips Sehat untuk Anda
Orangtua Tak Perlu Khawatir, Cegukan pada Bayi Bermanfaat Mendukung Perkembangan Otak
Para peneliti menyarankan, orangtua sebaiknya membiarkan cegukan terjadi karena rupanya memiliki manfaat kesehatan yang mengejutkan
Orangtua Tak Perlu Khawatir, Cegukan pada Bayi Bermanfaat Mendukung Perkembangan Otak
TRIBUN-BALI.COM - Orangtua Tak Perlu Khawatir, Cegukan pada Bayi Bermanfaat Mendukung Perkembangan Otak
Tak sedikit orangtua yang khawatir saat melihat bayinya cegukan dan beberapa bahkan mencoba berbagai cara untuk menghentikannya.
Tetapi para peneliti menyarankan, orangtua sebaiknya membiarkan itu terjadi karena rupanya cegukan memiliki manfaat kesehatan yang mengejutkan.
Sebenarnya, bayi mulai mengalami cegukan dari di dalam rahim.
Perkiraan menunjukkan bahwa pada bayi prematur menghabiskan 1 persen dari waktu mereka untuk cegukan atau hingga 15 menit sehari.
Sebuah studi baru, yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Neurophysiology, menunjukkan bahwa cegukan mendukung perkembangan otak pada bayi baru lahir.
• Ponsel Murah Samsung Terbaru Segera Meluncur, Galaxy A01 Perpaduan Dua Seri Sebelumnya?
• Rasa Gelato Lebih Bervariasi Dibanding Es Krim, Kenapa Ya?
Cegukan memicu aliran sinyal otak yang bisa membantu bayi belajar mengatur pernapasan.
"Alasan mengapa kita cegukan tidak sepenuhnya jelas, tetapi mungkin ada alasan perkembangan, mengingat bahwa janin dan bayi baru lahir begitu sering cegukan," kata Kimberley Whitehead, ketua penulis penelitian dan rekan penelitian di University College London.
Para peneliti menganalisis aktivitas otak pada 13 bayi baru lahir di bangsal neonatal.
Tim menggunakan electroencephalography (EEG) untuk mengamati otak setiap bayi dan menempatkan sensor gerakan pada torso mereka untuk merekam cegukan mereka.
Mereka menemukan, cegukan menyebabkan kontraksi otot diafragma.
Perubahan fisik ini memicu gelombang otak di korteks otak.
Serangkaian cegukan menyebabkan gelombang besar, yang kemudian memungkinkan otak untuk menghubungkan suara "hic" dengan kontraksi otot diafragma.
• Amankan Tiket Final Hong Kong Open 2019, The Daddies Akui Kewalahan Hadapi Li/Liu
• Disebut Tenget, Begini Kisah Korban Selamat Kecelakaan di By Pass Ngurah Rai, Suweta: Saya Koma Lama
"Aktivitas yang dihasilkan dari cegukan kemungkinan membantu otak bayi untuk belajar bagaimana memonitor otot-otot pernapasan, sehingga pada akhirnya pernapasan dapat dikontrol secara sukarela dengan menggerakkan diafragma ke atas dan ke bawah," jelas Lorenzo Fabrizi, penulis studi senior dari University College London.
"Ketika kita dilahirkan, sirkuit yang memproses sensasi tubuh tidak sepenuhnya berkembang, sehingga pembentukan jaringan semacam itu merupakan tonggak perkembangan penting bagi bayi baru lahir."
Sebuah studi sebelumnya oleh Fabrizi dan rekan-rekannya mengatakan, ketika bayi menendang rahim, mereka mungkin sedang membuat "peta mental" dari tubuh mereka sendiri.
Penelitian terbaru mendukung temuan sebelumnya, bahwa aktivitas tertentu di dalam rahim dan setelah kelahiran berkontribusi pada pengembangan koneksi otak pada bayi.
Whitehead mengatakan, cegukan pada orang dewasa umumnya dianggap menjengkelkan.
Tetapi bisa jadi itu adalah sisa dari masa bayi ketika memiliki fungsi penting di masanya.
(Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jangan Panik, Cegukan pada Bayi Bermanfaat untuk Perkembangan Otak Lho
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/benarkah-ibu-tidak-boleh-terlalu-sering-menggendong-bayinya-bisa-bikin-si-bayi-bau-tangan.jpg)