Tips Sehat untuk Anda
Kaku Otot hingga Performa Kerja Menurun, Tanda-tanda Kamu Harus Istirahat
Jika kamu menunjukkan gejala berikut, sebaiknya lupakan kegiatan di luar rumah dan pilihlah untuk istirahat saja di rumah
Salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung adalah tekanan darah tinggi.
Berdasarkan catatan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), istirahat dapat membuat tubuh otomatis memperbaiki tekanan darahnya.
• Viral Aksi Rombongan Ojol Bawa Paksa Jenazah Bayi dari RS, Begini Kronologi Lengkapnya
• Telkomsel Perkaya Konten Tayangan Berkualitas di Aplikasi MAXStream dengan Hadirkan HBO GO
Istirahat yang cukup juga dapat mencegah kita terkena penyakit yang berhubungan dengan pola tidur seperti apnea.
- Memperkuat sistem imun
Ketika istirahat, tubuh memperbaiki diri, melakukan regenerasi sel, dan meredakan peradangan yang terjadi di dalam tubuh akibat aktivitas sebelumnya.
Meski demikian, mekanisme penguatan sistem imun yang dipengaruhi istirahat ini masih dikaji lebih lanjut.
- Kondisi emosi lebih stabil
Kita kemungkinan kecil akan emosional ketika memiliki waktu istirahat yang cukup.
Selain itu, penelitian juga membuktikan orang yang istirahat dengan cukup lebih peka terhadap emosi orang lain sehingga sikapnya akan lebih sosial.
- Mencegah depresi
Sudah banyak studi yang menyimpulkan bahwa memiliki waktu istirahat yang cukup dapat menghindarkan kita dari penyakit mental seperti depresi.
Salah satu tanda depresi ialah insomnia alias kelainan tidur yang akut.
Depresi juga dapat menimbulkan penyimpangan perilaku seperti kecenderungan untuk ingin bunuh diri.
Meski memiliki manfaat, istirahat tidak boleh dilakukan secara berlebihan.
Sebuah studi menyebutkan orang yang terlalu sering istirahat dapat meningkatkan penumpukan kalsium di arteri jantung serta mengurangi fleksibilitas pembuluh darah kaki.
Para ahli menyarankan istirahat dilakukan tidak lebih dari total 9 jam per hari.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Inilah Tanda-tanda Kamu Harus Istirahat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-kelelahan-depresi-stress-2.jpg)