Kiamat Sampah Bisa Datang Lebih Cepat di TPA Suwung, Ini yang Harus Dilakukan Segera
Volume sampah yang datang tidak jelas, SOP tidak dijalankan, artinya memperpendek daya tampung TPA yang notabene sudah overload
Penulis: Putu Supartika | Editor: Huda Miftachul Huda
"Ya harusnya dipadatkan terus setelah satu setengah meter ditimbun tanah, begitu seterusnya, kalau seperti ini menggunung bagaimana ceritanya ini," katanya.
Pihaknya juga menganggap banyak SOP di TPA Suwung yang tidak berjalan dengan baik. Misalkan saja, terkait penyiraman debu yang notabene mencemari lingkungan belum dilakukan.
Antisipasi kebakaran seperti pembuatan hydran atau sumur cadangan air untuk keadaan darurat belum ada. Selain itu, saat musim kemarau sampah yang dibuang seharusnya selalu dibasahi, namun tak juga dilakukan.
"SOP tidak jalan, harusnya real jangan politis. Harusnya di musim kemarau sampah dibasahin terus, disiram, kan sekarang tidak ada. Alat sarana prasaraan tidak memadai, ada alatnya macet," paparnya.
"Kalau seperti ini sudah penuh, jangan salahkan kami kalau jadi anak nakal. Ini pelanggaran kan istilahnya, melanggar lingkungan hidup, kesehatan juga dilanggar semua." paparnya.
Senada dengan Kelian Adat Banjar Pesanggaran, Kelian Adat Banjar Suwung Batan Kendal juga mendesak pemerintah melakukan pabrikasi sampah.
Karena jika sampah tersebut terus dibiarkan menumpuk, maka pabrikasi tak akan bisa jalan. Apalagi lahan sudah semakin menyempit. "Kalau sampah terus menumpuk, di mana mau bangun, itu dasar paling inti, di mana mau dibangun, agar jangan wacana-wacana saja," katanya.
Dengan jalan sidak inilah mereka ingin membuka mata pemerintah agar segera merealisasikan hal itu.
Apalagi sampah yang datang hitungan ton, dan bukan sesuatu yang mudah untuk dikendalikan.
"Ini sampah itungannya bukan main-main, hitungan ton. Kalau bisa harus dari lingkup kecil, misalnya kecamatan dilakukan," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sidak-yang-digelar-prajuru-banjar-adat-pesanggaran-dan-suwung-batan-kendal-di-tpa-suwung.jpg)