Ibu-Ibu di Kampung Bandeng dan Agrowisata Ubah Ikan Bandeng Jadi Berbagai Olahan Kuliner yang Lezat

Ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok pengolahan Bandeng Srikandi yang berasal dari Desa Sanggalangit, Gerogak, Bali ini berhasil menyulap ikan banden

Ibu-Ibu di Kampung Bandeng dan Agrowisata Ubah Ikan Bandeng Jadi Berbagai Olahan Kuliner yang Lezat
Ketua Muara Kambas, Petrus Rohani
Suasana proses pengolahan ikan bandeng menjadi berbagai jenis kuliner lezat dan nikmat di Kampung Bandeng Dan Agrowisata yang berlokasi di Jalan Singaraja-Gilimanuk, Desa Sanggalangit, Gerogak, Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN BALI.COM, SINGARAJA- Apabila biasanya mengkonsumsi ikan bandeng sulit karena banyaknya duri serta tulang-tulang kecilnya, kini Tribunners tidak perlu khawatir lagi.

Pasalnya, ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok pengolahan Bandeng Srikandi yang berasal dari Desa Sanggalangit, Gerogak, Bali ini berhasil menyulap ikan bandeng tersebut menjadi berbagai olahan kuliner yang lezat dan nikmat.

Olahan tersebut terdiri dari Bandeng Presto, Otak-otak, Sate Lilit hingga Bakso.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Muara Kambas, Petrus Rohani.

115 Ikan Louhan Ikut Kompetisi di Plaza Renon, Ada yang Ditawar di Atas Rp 20 Juta

Gerakan Berbelanja Dekat Rumah Diluncurkan di Lapangan Renon Denpasar, Apa Itu?

Ia merupakan salah satu orang di balik berdirinya Kampung Bandeng dan Agrowisata yang berlokasi di Jalan Singaraja-Gilimanuk, Desa Sanggalangit, Gerogak, Bali tersebut.

Di tempat ini Tribunners bisa menemukan berbagai wisata yang kaya akan edukasi seperti wisata perikanan, wisata pertanian, serta wisata alam.

"Ketika sudah masuk di polaxar, pengunjung akan melihat langsung proses budidaya Bandeng. Ada satu edukasi yang didapatkan di sini, yaitu ternyata ikan bandeng itu tidak menakutkan. Kalau dulu kan anak-anak takut makan ikan bandeng karena durinyanya yang banyak, dengan adanya inovasi pengolahan ini maka ibu-ibu tidak harus khawatir lagi dengan anak-anaknya termasuk yang tidak punya gigi pun bisa makan," ujar Petrus Rohani.

Semua Pemain Dibawa Hadapi Semen Padang, Bali United Bersiap Pesta Juara di Padang

Hiasan di Ruang Keluarga Memengaruhi Keberuntungan, Seperti Apa yang Benar Menurut Feng Shui?

Ia menuturkan bahwa total sebanyak 15 Ibu-ibu yang telah mendapatkan pelatihan dalam pengolahan ikan bandeng menjadi berbagai olahan siap saji yang praktis dan lezat ini.

Adapun sasaran pemasaran dari olahan ikan bandeng ini yakni kafe, supermarket, restaurant, hotel dan dinas-dinas perkantoran di seputaran daerah Buleleng.

Tambahnya, dengan postifinya respons dari masyarakat mengenai produk olahan ikan bandeng ini, Petrus Rohani menuturkan bahwa beberapa Ibu-ibu pun telah memulai untuk membuka usahanya sendiri.

Kisah Penderita HIV yang Bangkit Setelah Suami Meninggal dan Diusir dari Keluarga

3000 Pelaku UKM di Bali Tergabung dalam Paguyuban SRC, Diberikan Dukungan Non-moneter

Ia pun menyambut baik keinginan para ibu ini karena di awal Petrus Rohani memang menginginkan agar Ibu-Ibu bisa semakin kreatif dan berinovasi menggunakan bahan yang melimpah di daerahnya sendiri yang dalam hal ini adalah ikan bandeng.

"Saya izinkan karena tujuan kami bukan untuk memonopoli tapi ingin membangkitkan ekonomi rakyat," ungkapnya ketika ditemui beberapa waktu lalu.

Polri Buka Karir Bagi Lulusan Sarjana Via Jalur SIPPS, Lulus Langsung Berpangkat Ipda, Ini Caranya

Prabowo Subianto Tak Akan Hadir di Reuni 212, Slamet Maarif Ungkap Hal Ini

"Visi misi ke depan adalah bisa terjadinya koneksi antara pengusaha satu dengan pengusaha lain. Antara pengusaha agrowisata dengan pengusaha ikan dan seterusnya. Sehingga akan terjadi sinergi dan saling membutuhkan."

"Dan juga ke depannya bisa akan mengurangi kesenjangan sosial, dan mengurangi tingkat urbanisasi karena telah tersedianya lapangan pekerjaan," tambahnya. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved