Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Progres 97,26%, Shortcut Titik 5-6 Tinggal Pengaspalan Lapisan Akhir, Dipastikan Tuntas 31 Desember

Progres pembangunan jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani titik 5-6 di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, sudah mencapai 97,26%

Tayang:
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Irma Budiarti
Dok PPK
SHORTCUT - Pembangunan jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani titik 5-6 di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Rabu (4/12/2019). Saat ini progres pembangunanya sudah mencapai 97,26 persen. Progres 97,26%, Shortcut Titik 5-6 Tinggal Pengaspalan Lapisan Akhir, Dipastikan Tuntas 31 Desember 

Progres 97,26%, Shortcut Titik 5-6 Tinggal Pengaspalan Lapisan Akhir, Dipastikan Tuntas 31 Desember

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Progres pembangunan jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani titik 5-6 di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, sudah mencapai 97,26 persen pada Rabu (4/12/2019).

Kepala Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ruas jalan Tabanan-Mengwitani-Singaraja, Ketut Payun Astapa, pun optimistis proyek ini bisa diselesaikan sesuai kontrak, yakni 31 Desember 2019 mendatang.

Payun menyebutkan, saat ini pihaknya sedang merampungkan lampu marka jalan yang ada di pintu utara dan selatan jembatan, serta pengaspalan lapisan akhir tahap ketiga.

Khusus pengaspalan dilakukan sebanyak tiga tahapan.

Pada lapis pertama setinggi 8 sentimeter, lapis kedua 6 sentimeter, dan lapis ketiga atau permukaan jalan setinggi 4 sentimeter.

Tim Kesehatan Tenaga Medis Profesional, Klinik Tradisional Tanpa Balian Resmi Dibuka di RSUP Sanglah

Guru Gitar Saya Balawan, Gede Putra Bawakan Bali Harmony di Ajang COP 25 UNFCCC Madrid

Pada pengaspalan tahap ketiga inilah yang banyak memakan waktu, mengingat wilayah proyek belakangan ini kerap diguyur hujan.

"Kalau hujan turun, pengaspalan terpaksa harus dihentikan karena tidak boleh terkena air. Kalau kena air, dampaknya nanti bisa membuat jalan sedikit bergelombang. Jadi kami harus menyesuaikan jam kerja dengan musim hujan ini," terangnya.

Selain hujan, penggalian bukit di trap titik 6 juga sempat menyita banyak waktu.

Pasalnya di lokasi tersebut ungkap Payun, bukitnya berbatu, sehingga pihaknya harus mengeluarkan batu-batu tersebut hingga sebanyak 5.000 meterkubik.

Mengingat tebing itu berbatu, maka penanaman rumput harus menggunakan metode hydroseeding, yakni mencampurkan serabut kelapa dengan tanah liat, agar rumput yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.

Cerita CBS Prakarsai Pembangunan Stadion Dipta, Inspirasi hingga Pemilihan Nama

Serdadu Tridatu Fokus ke Asia, CBS: Terima Kasih Bali United, Telah Harumkan Nama Bali

Namun demikian, Payun mengaku optimis dapat menyelesaikan proyek ini sampai 31 Desember 2019 mendatang.

Bahkan ditargetkan pada pertengan Desember upacara mecaru dan melaspas sudah bisa dilakukan.

Pembangunan shortcut dimulai sejak November 2018 lalu, dan berakhir pada Desember 2019 mendatang.

Pengerjaannya dilakukan oleh PT Adhi Cipta dengan konsep Kerja Sama Operasi (KSO), senilai Rp 140 miliar.

Shortcut titik 5-6 ini dibangun sepanjang 1.5 kilometer, dengan lebar jalan 11 meter.

Jalan yang mulanya memiliki 15 tikungan, kini berkurang menjadi lima tikungan.

Sementara terkait kecepatan jarak tempuh, dari yang awalnya 15-20 kilometer per jam, kini mampu ditempuh dengan kecepatan 40-60 kilometer per jam.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved