Breaking News:

Pemprov Bali Rancang Regulasi Peraturan Gubernur untuk Legalkan Arak Bali

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sedang menyiapkan regulasi untuk melegalkan minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali, terutama arak

Dok Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali
FGD terkait Rapergub tentang tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali di Kantor Disdagperin Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Jumat (13/12/2019). Pemprov Bali Rancang Regulasi Peraturan Gubernur untuk Legalkan Arak Bali 

Pemprov Bali Rancang Regulasi Peraturan Gubernur untuk Legalkan Arak Bali

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sedang menyiapkan regulasi untuk melegalkan minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali, terutama arak.

Regulasi yang tengah disusun yakni Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.

"Untuk memberikan kepastian dan landasan hukum terhadap pelaku usaha dalam melaksanakan tata kelola minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali, perlu dituangkan dalam Peraturan Gubernur Bali," kata Direktur Keuangan Perusahaan Daerah (Perusda) Provinsi Bali Ida Bagus Purnamabawa.

Hal itu Purnamabawa jelaskan saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) terkait Ranpergub tersebut, di Ruang Rapat Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Jumat (13/12/2019).

Menurutnya, minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali merupakan salah satu sumber daya keragaman budaya Bali.

Oleh karena itu, minuman khas Bali ini perlu dilindungi, dipelihara, dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai sumber daya ekonomi berkelanjutan berbasis budaya.

Pengakuan Komang Aryawan 6 Kali Menjambret Wanita di Buleleng, Polisi Ungkap Fakta Ini

Dukung Percepatan Kendaraan Listrik, Kementerian Perindustrian Akan Mulai dari Kendaraan Umum

Di samping itu, menurutnya, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan perajin minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali, perlu dibangun dan dikembangkan kemitraan usaha yang saling menguntungkan sesuai dengan prinsip kegotongroyongan.

Di samping tata kelola, juga perlu dipersiapkan tata niaga, sehingga distributor dan tempat penjualan eceran (TPE) bisa berkontribusi memasarkannya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved