2 WN Australia Salahgunakan Narkotik, William Menangis dan Sebut Berasal dari Keluarga Broken Home

"Yang mulia kami menjalani hidup yang sangat keras. Kami dari keluarga yang berantakan. Sebelumnya saya menderita kecanduan alkohol.

2 WN Australia Salahgunakan Narkotik, William Menangis dan Sebut Berasal dari Keluarga Broken Home
Tribun Bali/Putu Candra
Andrew menangis saat menyampaikan pembelaan lisannya usai dituntut 1,5 tahun kasus narkotik, Senin (16/12/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR  - William Roy Astillero Cabantog (36) tidak kuasa menahan tangisnya usai dituntut penjara satu tahun dan enam bulan (1,5 tahun) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (16/12/2019).

Pria berkebangsaan Australia ini dituntut lebih tinggi dibandingkan rekannya, David Dirk Johanes Van Iersel (38).

David (terdakwa berkas terpisah) yang juga warga negara Australia ini dituntut penjara selama satu tahun dan dua bulan.

Keduanya dituntut pidana, karena dinilai bersalah menyalahgunakan narkotik golongan I jenis kokain.

Tangis William kian menjadi saat menyampaikan pembelaan lisan tersendiri.

Di hadapan majelis hakim pimpinan Engeliky Handajani Day, William yang didampingi Wayan Ana selaku alih bahasa mengatakan, jika datang dari keluarga broken home.

Pemkab Jembrana Minta ASN Tanggap Bencana Banjir

Warga Tabanan Bali Terkapar Tersambar Petir Saat Cari Rumput, Begini Kondisi Wayan Darmawan

"Yang mulia kami menjalani hidup yang sangat keras. Kami dari keluarga yang berantakan. Sebelumnya saya menderita kecanduan alkohol. Saya juga pernah melarikan diri dari rumah saat umur 15 tahun. Saya sempat menjadi gelandangan," tuturnya sembari menangis sesenggukan.

"Saya juga pernah mengikuti rehabilitasi, saya tidak punya rekam jejak kejahatan. Saya punya riwayat ganguan kejiwaan dan kecanduan alkohol. Saya mohon maaf kepada hakim, jaksa dan masyarakat Indonesia. Saya ingin mempebaiki diri. Saya ingin sekali segera pulang," sambung pria yang berprofesi sebagai konsultan perhotelan ini

Sementara tim penasihat hukumnya memohon kepada majelis hakim agar menjatuhkan putusan seadil-adilnya.

"Apa yang diperiksa dalam persidangan sudah terbukti. Jadi kami sepakat. Untuk itu kami berharap kepada majelis hakim agar memutus perkara ini seadil-adilnya," pinta IB Gumilang Galih Sakti.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved