Usai Perayaan Tahun Baru, IGD RSUD Wangaya Sempat Full, Mertua Ihsan Ditolak Dirawat

Dalam semalam, perayaan tahun baru 2020 pada Rabu (1/1/2020) kemarin, setidaknya anggota Pusdalops BPBD Kota Denpasar telah mengevakuasi sebanyak 15

Penulis: eurazmy | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Eurazmy
Para penunggu pasien saat menunggu di depan UGD RSUD Wangaya, Rabu (1/1/2020). Menjelang pergantian tahun, lonjakan pasien di sejumlah RS mengalami peningkatan tajam. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di balik suka cita penyambutan tahun baru 2020 juga menyimpan berita duka cita.

Dalam semalam, perayaan tahun baru 2020 pada Rabu (1/1/2020) kemarin, setidaknya anggota Pusdalops BPBD Kota Denpasar telah mengevakuasi sebanyak 15 peristiwa kecelakaan.

Uniknya, lima belas kejadian tersebut semua terjadi dalam kurun waktu 5 jam mulai dari pukul 22.40 Wita Selasa (31/12/2019) malam hingga 04.00 Wita Rabu (1/1/2020).

Total ada 15 korban baik kecelakaan lalu lintas maupun petasan terpantau di laman Facebook Pusdalops BPBD Kota Denpasar yang rata-rata mengalami kecelakaan lalu lintas.

Jumlah korban kecelakaan bisa jadi lebih mengingat banyak juga korban-korban lain yang dievakuasi secara mandiri ataupun dengan mobil ambulance rumah sakit swasta lain.

Informasi yang dihimpun, jumlah pasien yang dirawat di UGD RSUD Wangaya bahkan hingga Rabu (1/1/2020) siang melonjak drastis.

Petugas UGD bahkan sampai kewalahan menerima pasien karena fasilitas bed yang ada sudah penuh terisi pasien.

Selama Periode Libur Nataru, Ditjen Hubud Perketat Pengawasan Bagasi Tercatat dan Kabin 

Geliat Rumput Laut Setelah 4 Tahun Ditinggalkan, Pemkab Klungkung Janji Jaga Harga Komoditi

Ihsan Tantowi, warga Denpasar Utara sempat mengalami 'penolakan' dari petugas untuk mendapatkan perawatan.

Ihsan menuturkan dirinya akan mengantar mertuanya untuk dirawat sekitar pukul 11.00 Wita di IGD RS Wangaya.

Saat itu, kondisi sedang hujan cukup deras dan mertuanya dalam kondisi gawat darurat dan membutuhkan penanganan segera.

Namun saat akan mendaftar, petugas IGD memohon maaf karena tidak bisa menerima pasien lantaran kehabisan fasilitas bed.

''Kata petugas sudah gak ada fasilitas bed lagi untuk merawat pasien. Saya liat semua bed di sana saat itu juga sudah isi pasien semua,'' katanya.

Kontan, ia langsung mencari alternatif RSUD Swasta lain yang terdekat.

Jadwal Hari Raya Hindu Bulan Januari 2020, Ada Siwa Ratri dan Tumpek Pengatag

Cukai Rokok Per 1 Januari 2020 Resmi Naik, Ini Daftar Harga Terbaru 42 Merk Rokok di Tingkat Eceran

Ia menyayangkan atas masih minimnya fasilitas di RS Wangaya sebagai RS rujukan pertama di Denpasar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved