Gelombang Tinggi, Nelayan Ujung Pesisi Karangasem Takut Melaut

Sebagian nelayan di Ujung Pesisi Karangasem tak turun melaut sejak 3 - 5 hari lalu

Gelombang Tinggi, Nelayan Ujung Pesisi Karangasem Takut Melaut
Tribun Bali/Saiful Rohim
Seorang nelayan di Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Karangasem, Bali, terlihat mengecek mesin kapal, Jumat (10/1/2020). Gelombang Tinggi, Nelayan Ujung Pesisi Karangasem Takut Melaut 

Gelombang Tinggi, Nelayan Ujung Pesisi Karangasem Takut Melaut

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Sebagian nelayan di Ujung Pesisi, Tumbu, Kecamatan Karangasem, Karangasem, Bali, tak turun melaut sejak 3 - 5 hari lalu.

Pemicunya karena cuaca di sekitar Perairan Selat Lombok belum bersahabat.

Gelombang cukup tinggi hingga mencapai 1,5 meter, sedangkan angin cukup kencang.

Juned, nelayan asal Ujung Pesisi menjelaskan, nelayan yang tidak melaut hanya sebagian, karena mengutamakan keselamatan.

"Ada sebagian nelayan masih takut turun melaut dikarenakan gelombang tinggi. Hanya ada beberapa nelayan yang melaut, itu pun yang berani," kata Juned, Jumat (10/1/2020) siang.

Ditambahkan, jumlah nelayan di Ujung Pesisi diperkirakan 150 orang.

Sebagiaan nelayan tidak turun melaut lantaran takut gelombang tinggi, sedangkan sisanya tetap turun melaut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Pemkab Buleleng Minta Hibah Tanah untuk Bangun TPA di Desa Patas

Presiden Terima Menlu Jepang, Jajaki Kerja Sama Kemampuan Berbahasa Jepang bagi SDM Indonesia  

Ia menuturkan, belum bisa dipastikan sampai kapan libur melaut mengingat cuaca bisa berubah.

"Kemungkinan turun ke laut setelah gelombang dan angin di tengah bersahabat. Kami belum bisa memastikan kapan cuaca bersahabat," ungkap Juned.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved