Pemkab Buleleng Minta Hibah Tanah untuk Bangun TPA di Desa Patas

Pemkab Buleleng sudah bersurat ke Gubernur Bali minta hibah tanah untuk bangun TPA di Desa Patas

Pemkab Buleleng Minta Hibah Tanah untuk Bangun TPA di Desa Patas
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala DLH Buleleng, Putu Ariadi Pribadi. Pemkab Buleleng Minta Hibah Tanah untuk Bangun TPA di Desa Patas 

Pemkab Buleleng Minta Hibah Tanah untuk Bangun TPA di Desa Patas

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng berencana membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali.

TPA itu nantinya akan dimanfaatkan sebagai lokasi pembuangan sampah residu, dilengkapi dengan pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Kepala DLH Buleleng, Putu Ariadi Pribadi ditemui belum lama ini menjelaskan, Desa Patas dipilih karena di wilayah tersebut terdapat lahan seluas 22 hektare milik Pemerintah Provinsi Bali.

Tunggakan PHR di Bangli Sentuh Angka Rp 1,3 Miliar, BKPAD Rencanakan Pemutihan

Pemain Bali United Melvin Platje: Posisi Asli Saya Striker, Tapi Sering Dipasang Penyerang Sayap

Untuk itu Pemkab Buleleng sudah bersurat ke Gubernur Bali pada 6 Januari 2020 kemarin, agar sekiranya sebagian lahan tersebut dapat dihibahkan, dengan sertifikat hak pakai No.4 Desa Patas, atas nama Pemprov Bali.

"Di wilayah itu ada lahan seluas 22 hektare. Kami memohon kepada Pemprov untuk dihibahkan sebagian lahannya. kira-kira lahan yang dibutuhkan 172.100 meter per segi. Kami tinggal menunggu jawaban dari Pemprov mudah-mudahan disetujui," jelasnya.

Cerita Sopir Taksi Online yang Dirampok 2 Penumpangnya, Banting Setir untuk Pancing Warga

Bule Amerika Yang Viral Tabrak Puluhan Warga di Jimbaran Tak Ditahan Polisi, Ini Alasannya

Imbuh Ariadi, pembangunan TPA di kawasan Kecamatan Gerokgak ini dilakukan agar pengelolaan sampah di wilayah Barat Buleleng bisa lebih baik.

Rencananya di TPA itu nantinya akan disediakan mesin pengolahan pupuk kompos, serta mesin pengolah sampah menjadi energi listrik.

"Di samping itu juga, selama ini jalur yang ditempuh untuk membuang sampah cukup jauh, dari barat ke timur (Desa Bengkala). Sehingga dengan dibangunnya TPA di wilayah barat (Gerokgak) diharapkan sampah-sampah di wilayah barat itu dapat dikelola dengan baik," tuturnya.

(*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved