Tahun 2019, 24 Warga Bali dari Karangasem dan Buleleng Transmigrasi ke NTT
Sebanyak 24 orang tersebut terdiri dari 6 Kepala Keluarga (KK), 1 KK (3 orang) dari Karangasem dan 5 KK (21 orang) dari Buleleng.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sampai saat ini ternyata warga Bali masih punya minat untuk bertransmigrasi.
Pada tahun 2019 lalu misalnya, terdapat dua 24 orang warga Bali mencoba mengadu nasibnya ke daerah lain.
Sebanyak 24 orang tersebut terdiri dari 6 Kepala Keluarga (KK), 1 KK (3 orang) dari Karangasem dan 5 KK (21 orang) dari Buleleng.
Mereka bertransmigrasi ke UPT Kotakawaw SP.5, Kawasan Malolo, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Seksi (Kasi) Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Provinsi Bali I Ketut Walia mengatakan, sebanyak 24 orang warga Bali tersebut berangkat transmigrasi ke NTT pada 25 November 2019 lalu.
Keberangkatan mereka tidak sendiri, melainkan dapat pendampingan dari Dinasker ESDM Provinsi Bali.
Dirinci olehnya, mereka yang berangkat adalah keluarga I Nengah Pasek dari Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem.
• Wakapolda Bali Buka Acara Regional Counterterrorism Course
• Siswi SMP Dikeluarkan karena Ucapkan Ultah ke Lawan Jenis, Sekolah Berdalih Hukuman Terakumulasi
Kemudian lima keluarga lainnya yakni keluarga I Gede Haryono, I Gede Ariyasa, I Wayan Sukrasa, Kadek Amarayasa dan I Gede Wastra dari Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.
"Mereka berangkat dengan pesawat Lion Air dari Bandara Ngurah Rai Bali menuju Bandara Waingapu Nusa Tenggara Timur," kata Walia saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/1/2020).
Sementara itu, jika diakumulasikan dari Pra Pelita hingga tahun 2019 sudah ada sebanyak 56.343 KK atau 221.375 orang warga Bali yang bertransmigrasi.
Dijelaskan olehnya, transmigrasi ini sesuai dengan program pemerintah pusat tepatnya di Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembngunan Permukiman Transmigrasi Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT).
Setiap provinsi yang ada di Indonesia mendapatkan jatah yang berbeda-beda.
Untuk Provinsi Bali, pada tahun 2019 lalu sebenarnya mendapatkan alokasi sebanyak 10 KK, namun baru berhasil memberangkatkan sebanyak 6 KK.
Awalnya jumlah KK yang akan berangkat yakni memenuhi target sebanyak 10 KK, namun beberapa 4 KK yang berasal dari Gianyar mengundurkan diri dari program tersebut.