Satu Warga Banjar Dinas Kawanan Digigit Anjing Rabies Saat Belanja di Warung

Warga Asal Banjar Dinas Kawanan, Putu Surasa Digigit Anak Anjing yang Positif Terjangkit Rabies Saat Tengah Berbelanja di Sebuah Warung

Satu Warga Banjar Dinas Kawanan Digigit Anjing Rabies Saat Belanja di Warung
Gambar oleh Adina Voicu dari Pixabay
Foto ilustrasi seseorang digigit anak anjing 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Apes dialami Putu Surasa (26).

Warga asal Banjar Dinas Kawanan, Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali tersebut digigit anak anjing yang positif terjangkit rabies.

Ia digigit saat tengah berbelanja di sebuah warung, di Banjar Dinas Pabean, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Made Sumiarta dikonfirmasi Senin (13/1/2020) menjelaskan, korban Surasa digigit oleh anak anjing yang dipelihara oleh Made Darmaja, pada 30 Desember 2019 lalu di bagian betis.

48 Anjing Divaksin di Sangkar Agung Jembrana, Kasus Gigitan 1 Anjing Positif Rabies 2020

Kasus Gigitan Anjing Tinggi, Dinkes Tabanan Minta ke Rabies Center jika Digigit Anjing Liar

Anjing Penggigit Bule di Songan Bangli Positif Rabies, 8 Orang Korban Gigitan Harus VAR Lengkap

Tiga hari setelah menggigit, anak anjing berusia empat bulan itu pun mati.

Hingga pihaknya pun langsung membawa bangkai anjing itu ke Balai Besar Veteriner Denpasar untuk dilakukan pengecekan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, anjing lokal itu nyatanya positif rabies.

"Anak anjing ini awalnya dibawa oleh Made Darmaja dari wilayah Gianyar. Baru lima hari dipelihara di Buleleng, langsung mengigit seorang pembeli, dan memang anak anjing itu belum pernah di vaksin. Tiga hari setelah menggigit anjing itu mati. Korban yang digigit sudah diberikan vaksin anti rabies (VAR), " jelas Sumiarta.

Pasca adanya kasus gigitan anjing rabies ini, Sumiarta pun menyebutkan pihaknya sudah melakukan eliminasi terhadap satu ekor kucing dan dua ekor anjing yang diperkirakan sering melakukan kontak dengan anak anjing yang terjangkit rabies tersebut.

Ini dilakukan untuk menghindari terjadinya penularan rabies ke hewan-hewan lain yang ada di sekitar TKP.

Serta pihaknya juga sudah melakukan vaksinasi emergency terhadap 44 ekor anjing yang ada di sekitar Banjar Dinas Pabean, Desa Sangsit.

"Besok (Selasa 14/1/2020) kami akan melakukan investigasi ulang, untuk menyisir siapa tau ada warga yang juga sempat digigit namun tidak melapor," katanya.

Berkaca dari kasus ini, Sumiarta pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak sembarangan memungut anak anjing, karena dikhawatirkan terkangkit rabies.

"Jangan juga sembarangan membuang anak anjing. Karena saat ini sedang trend rabies itu terjangkit pada anak-anak anjing. Tahun 2019 lalu ada 31 kasus gigitan anjing rabies. Kami saat ini sedang menyiapkan anggaran untuk melakukan vaksinasi masal di daerah-daerah rawan," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved