Komunitas Kanaditya Hadirkan Event Fun With Rubrik yang Melibatkan Puluhan Anak di PLA Denpasar
Komunitas Kanaditya Hadirkan Event Fun with Rubrik yang Melibatkan Puluhan Anak di PLA Denpasar
Penulis: Karsiani Putri | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Salah satu komunitas di Bali yakni Komunitas Kanaditya kembali menghadirkan event menariknya.
Komunitas Kanaditya menghadirkan sebuah event terbarunya yakni Fun with Rubrik.
Komunitas Kanaditya yang berfokus pada literasi dan edukasi memiliki keyakinan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus bisa dilatih untuk menguasai permainan Kubus Rubik atau Rubik’s Cube dalam istilah bahasa Inggrisnya yang ditemukan oleh Profesor Ernő Rubik dari Hungaria.
Kali ini, Komunitas Kanaditya berkolaborasi dengan Toni Sukendar selaku pengajar sekaligus donatur Kubus Rubik pada acara ‘Fun with Rubik!’ yang bertempat di Pusat Layanan Autis (PLA) Kota Denpasar, Jalan Mataram 3, Denpasar, Bali.
• 5 Cara Sederhana Redakan Nyeri Saat Menstruasi
• WIKI BALI - Filosofi Rumah Panggung Suku Melayu Loloan di Jembrana
• Destinasi Favorit Turis Rusia Saat Kunjungi Indonesia, Ada Bali?
Hal ini diungkapkan oleh salah satu Pendiri Komunitas Kanaditya, Debby Lukito yang dihubungi Tribun Bali pada Jumat (17/1/2020).
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 29 anak mengikuti kegiatan dengan didampingi oleh para relawan, orang tua murid dan para guru di PLA.
"Kubus Rubik sendiri adalah sebuah permainan teka-teki mekanik berbentuk kubus dengan bidang berwarna-warni yang memerlukan trik tertentu untuk menyelesaikannya sehingga semua bidang memiliki warna yang sama. Dan menurut Toni Sukendar, Kubus Rubik merupakan salah satu permainan yang bisa melatih konsentrasi, meningkatkan daya pikir dan melatih kecerdasan otak," ujar Debby.
Ia mengatakan, untuk anak berkebutuhan khusus tentunya permainan ini bisa merangsang otak mereka sehingga nantinya akan membantu proses penyerapan pelajaran lebih efektif.
Seperti diketahui autisme merupakan gangguan perkembangan otak yang memengaruhi kemampuan penderita dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, serta menyebabkan gangguan perilaku dan membatasi minat penderitanya.
Dalam kegiatan ini, Toni Sukendar tak hanya sendiri, namun membawa team yang semuanya jago bermain Kubus Rubik, yaitu Gus Alit, Gus Wis, Robert, Kevin dan Niko.
Mereka juga didampingi oleh para relawan dari Komunitas Kanaditya, yaitu Cynthia Dewi Salim, Lee Sunhwa, Michelle, dan Michaella.
Acara yang diselenggarakan pada Jumat (17/1/2020) tersebut dimulai dengan pembagian kelompok agar pembelajaran lebih efektif dan setiap relawan membantu kelompoknya masing-masing.
Sebagai awal, anak-anak PLA ini hanya dikenalkan pada Kubus Rubik dulu hingga keinginan untuk mengutak-atiknya muncul dari diri mereka sendiri.
"Fun with Rubik ini memang baru pertama kalinya diselenggarakan oleh Komunitas Kanaditya sekaligus baru pertama kali diperkenalkan di PLA. Tak disangka, tak ada anak yang tak tertarik untuk mengutak-atik Kubus Rubiknya. Para orang tua dan guru pun harus belajar cara menyelesaikan Kubus Rubik ini karena diharapkan mereka bisa membantu anak-anaknya untuk berlatih di hari-hari kedepannya," tuturnya.
Bahkan menurutnya, ada beberapa anak yang langsung bisa menguasai langkah dasar untuk Kubus Rubik ukuran 3 x 3 tersebut hanya dalam beberapa kali penjelasan.